11 May 2020, 20:51 WIB

Syarat Ketat, Baru 7 Orang Keluar Kota dari Terminal Pulogebang


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH telah mengizinkan warga untuk beprergian keluar kota. Namun, warga yang boleh melakukan perjalanan keluar kota harus memenuhi syarat tertentu.

Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut memfasilitasi kebijakan pemerintah pusat itu dengan membuka satu terminal yakni Terminal Pulogebang untuk melayani bus antar kota antar provinsi (AKAP).

Sejak dibuka untuk melayani bus AKAP pada Sabtu, 9 Mei lalu, baru tujuh orang yang pergi keluar Jakarta melalui Terminal Pulogebang.

"Ada tujuh orang. Mereka juga baru naik hari ini. Sementara kemarin-kemarin tidak ada penumpang sama sekali," kata Kasatpel Operasional dan Kemitraan Terminal Terpadu Pulo Gebang Afif Muhroji saat dihubungi, Senin (11/5).

Ketujuh penumpang itu terdiri dari dua orang pekerja migran Indonesia yang terkena PHK dan hendak pergi ke kampung halamannya. Sisanya sebanyak lima orang melakukan perjalanan dinas.

Baca juga : Dibuka Kembali, Terminal Pulogebang Hanya Layani 13 Rute

Afif memastikan keseluruhan penumpang telah memenuhi persyaratan yang diharuskan seperti surat tugas dan surat keterangan bagi warga yang merupakan PMI.

"Ketujuh penumpang itu pergi dengan tujuan Malang dan Surabaya," terang Afif.

Sementara itu ada 13 rute yang dilayani oleh Terminal Pulogebang. Mayoritas rute yang dilayani adalah rute menuju kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Ngawi, Surabaya, dan Malang.

Sementara untuk rute lainnya di luar Pulau Jawa yang dilayani hanya tiga kota di Pulau Sumatera yakni Padang, Palembang, dan Bengkulu.(OL-7)

BERITA TERKAIT