11 May 2020, 20:55 WIB

Mantan Ketua DPRD Morowali Tersangka Hoax Covid-19


M Taufan SP Bustan | Nusantara

POLRES Morowali, Sulawesi Tengah, menetapkan mantan Ketua DPRD Morowali, Irwan Arya, 36, sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong (hoaks) terkait virus korona.  

Irwan Arya ditetapkan sebagai tersangka hoax, setelah pihak Polres Morowali menemukan barang bukti berupa rekaman suara di percakapan group Whatsapp, Morowali Media Center (MMC).

Kabag Ops Polres Morowali Kompol Nasruddin mengatakan, berita bohong yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dan menyesatkan tersebut berupa rekaman suara mengenai penyebaran korona di Morowali.  

Di mana, rekaman tersebut kemudian disebar atau ditransmisikan oleh akun WhatssApp  !rw@N @ry@ dengan nomor telepon  +62 82261837777.  

"Hoax itu terjadi pada Senin 6 April 2020 sekitar pukul  09.21 WITA. Setelah pemeriksaan sudah dilakukan, tim kami kemudian menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka," terangnya dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia di Palu, Senin (11/5).

Nasruddin menjelaskan, sesuai dengan perbuatannya, Irwan Arya dikenakan pasal 45 a ayat 1 UU no 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang  ITE, di mana setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi
elektronik.

"Sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1), pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar," tandasnya. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT