11 May 2020, 19:15 WIB

51.255 Peserta Kartu Prakerja Telah Terima Insentif


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DIREKTUR Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengungkapkan, hingga Senin (11/5) sebanyak 51.255 peserta pelatihan program Kartu Prakerja telah mendapatkan insentif Rp600.000.

Insentif tersebut diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan satu kali pelatihan. Insentif dapat diterima peserta bila akun dompet digital maupun bank yang dimiliki telah sesuai dengan data diri peserta.

"Tidak semua akun emoney itu telah teregistrasi atau melakukan proses KYC na proses itu apa itu adalah mendaftarkan KTP dan mengunggah foto swafoto nya dan foto ktp-nya. dengan demikian kami maupun mitra pembayaran dapat memverifikasi apabila orang ini bener-bener yang memiliki KTP dan akun ini adalah orang-orang yang benar-benar bisa didaftarkan atau dinyatakan sebagai pemegang akun," tutur Panji melalui konferensi virtual.

Sedangkan jumlah peserta dari gelombang pertama dan kedua telah mencapai 456.265 orang. Rinciannya peserta di gelombang pertama sebanyak 168.111 orang dan di gelombang kedua sebanyak 288.154 orang.

Dari jumlah 465.265 orang tersebut, imbuh Panji, terdapat 360 ribu orang telah menggunakan saldo pelatihan dan dari jumlah itu sebanyak 219.489 telah menyelesaikan satu pelatihan.

Panji mengungkapkan, dari 219.489 peserta yang telah menyelesaikan satu kali pelatihan, baru 132 ribu orang yang akun bank maupun dompet digitalnya teregistrasi di mitra pembayaran dan di situs prakerja.

Kemudian dari 132 orang tersebut, manajemen pelaksana memverifikasi rekening dompet digital dan akun bank peserta. Dari hasil verifikasi itu didapat sebanyak 55.101 akun yang telah sesuai datanya.

Proses transfer, imbuh Panji, terus berjalan sesuai dengan jumlah akun yang telah terverifikasi. Dengan kata lain jumlahnya akan terus bertambah seiring verifikasi yang dilakukan oleh manajemen pelaksana.

Panji menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan otomasi tahapan-tahapan dalam program Kartu Prakerja.

"Ke depan, jika kami setelah berhasil menyelesaikan otomasi, maka kapasitas pemrosesan manajemen pelaksana akan meningkat secara signifikan dengan dengan fitur-fitur otomasi, sehingga tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia," pungkas Panji. (OL-4)

BERITA TERKAIT