11 May 2020, 14:53 WIB

Penanganan Covid-19, Kemenhub Refocusing Anggaran Rp320 Miliar


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) melakukan refocusing anggaran sebesar Rp320 miliar untuk penanggulangan covid-19.

Adapun dana refocusing tersebut akan dialokasikan untuk percepatan pencegahan dampak covid-19 hingga pengamanan diri daya tahan tubuh untuk mencegah penyebaran virus korona ini. Kemenhub pun akan melakukan realokasi untuk program padat karya Rp5,9 triliun.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI secara virtual, Senin (11/5), menyampaikan refocusing ini khusus dilakukan untuk menangani covid-19. Berdasarkan efisiensi dan pemotongan anggaran dari masing-masing Direktorat Jenderal (Dirjen) dan sektor.

“Khusus untuk ini paling tidak ada total refocusing Rp320 miliar yang kita gunakan khusus untuk menangani covid-19. Dari efisiensi dan anggaran yang kami potong dari masing-masing Dirjen dan sektor. Itu kita lakukan untuk pengamanan diri daya tahan tubuh untuk mencegah penyebaran virus,” ujar Budi kepada para anggota DPR.

Lebih lanjut Budi menyampaikan, anggaran ini akan diperuntukkan kepentingan rakyat menengah bawah yang terdampak covid-19. Pihaknya akan menyiapkan sejumlah paket sembako yang akan didistribusikan mulai pekan ini di Jakarta. Lalu pekan berikutnya akan dilakukan pula pengiriman sembako untuk daerah lainnya.

Baca juga :Wujudkan Keadilan Sosial, Pemimpin Jangan Berpura-pura

“Kami merencanakan paling tidak April ini 700 ribu paket sudah terlaksana. Bulan Mei ini 19 ribu paket mestinya dua kali lipat Juni nanti kami sampaikan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, beberapa kriteria percepatan penanganan covid, seperti berupa alat pengaman diri berupa masker, handsanitizerm dan pakaian khusus (pakaian preventif tahan virus. Lalu ada penambah dayan tubuh, seperti vitamin dan multivitamin. Ada pula untuk peralatan pencegahan dan penyebaran virus. Dukungan administrasi berupa makanan dan minuman tambahan bagi petugas piket, insentif petugas, tunjangan transportasi. Terakhir untuk alat kerja lainnya, seperti thermometer hingga bilik disinfektan.

Kemenhub pun turut menugaskan pegawai dan stakeholder untuk protokol kesehatan bakti sosial yang dilakukan. Serta melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas agar banyak masyarakat yang bisa ditolong.

“Kami awas melakukan pengawasan agar target kepada masyarakat bawah tersampaikan,” jelasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT