11 May 2020, 14:35 WIB

300 Gelandangan Dijaring Selama PSBB di Jakarta Pusat


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SELAMA pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemerintah kota (pemkot) Jakarta Pusat merazia ratusan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mereka didapati masih berkerumun atau berada di pinggir jalan.

"Masih razia, setiap hari. Sudah 300 lebih (PMKS) yang terjaring," ujar Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Senin (11/5).

Penjaringan ratusan PMKS itu tersebar di 8 kecamatan Jakarta Pusat. Mereka ditertibkan lantaran tertular Covid-19 selama berada di pinggir jalan.

"Hampir merata razia yang dilakukan. Paling banyak (PMKS) dari Tanah Abang," kata Bernard.

Sebagian dari mereka dibawa ke Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebagian lagi ada yang sudah dipulangkan. Namun, Bernard menyebut tidak semua ratusan warga yang dijaring itu dari PMKS.

"Kalau yang kami tangkap belum ada yang korban PHK. Tapi, kalau yang datang sendiri ke GOR ada. Katanya, tokonya tutup (tidak ada penghasilan)," jelas Bernard.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin menuturkan, 50 PMKS masih berada di GOR Tanah Abang. Dari hasil penjaringan PMKS tersebut, didapati warga yang mengalami gangguan jiwa berada di pinggir jalan.

"Ada empat orang yang mengalami gangguan jiwa. Mereka sudah dibawa ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit," jelas Ngapuli saat dihubungi, Minggu (10/5).

Selama ditampung di GOR Tanah Abang, para PMKS diberi kebutuhan makanan, tempat tidur, pemeriksaan kesehatan dan pembinaan. (OL-4)

BERITA TERKAIT