11 May 2020, 14:13 WIB

Kerumunan di McD Sarinah, Koalisi Pejalan Kaki : Kami Shock!


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus terkejut dengan laporan soal adanya kerumunan di halaman McD Sarinah pada Minggu malam (10/5). Mereka diketahui mengadakan perpisahan kepada pegawai atau manajemen tempat makan tersebut.

Selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, warga dilarang berkerumun di jalan. Hal ini untuk mencegah penularan covid-19.

"Kami jadi shock, kok ini kelihatan main-main ya. Apapun dalih petugas atau warga jelas ini pelanggaran fatal," tegas Alfred kepada Media Indonesia, Jakarta, Senin (11/5).

Alfred juga menyayangkan pengawasan petugas keamanan seperti Satpol PP yang kecolongan atas kejadian kerumunan di McD Sarinah tersebut. Akibat kelalaian petugas tersebut, bisa saja ada penambahan kasus covid-19 lagi.

"Kami prihatin saja dengan kondisi seperti itu. Petugas yang berkeliling selama PSBB berarti tidak sigap. Itu bukan kecolongan lagi. Terlebih dari statement polisi yang terlihat tidak mempermasalahkan hal itu," jelas Alfred.

Baca juga :Satpol PP: Kerumunan di McD Sarinah Langsung Dibubarkan

Warga yang berkerumun, sebutnya, jelas tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19. Meski, dalam video yang beredar terlihat ada warga yang menggunakan masker.

"Siapa yang bisa jamin mereka terbebas dari virus itu? Mereka datangnya saja kita enggak tahu dari mana saja. Jangan sampai memperparah kondisi ini dan buat PSBB semakin lama," pungkas Alfred.

Diketahui, dari video yang diunggah oleh akun bernama @pleasureboyss atau NugrahaDP, menunjukan warga berkerumun didepan McD Sarinah pada malam hari (10/5). Mereka ada yang membawa lilin dan bertepuk tangan tanda terimakasih.

"PSBB what? The last day of McD Sarinah," cuit Nugraha.

Gerai makanan dari Amerika Serikat yang berdiri sejak 30 tahun di mal pertama di Jakarta itu ditutup permanen atas permintaan pengelola. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT