11 May 2020, 14:06 WIB

KPK Telusuri Dugaan Nurhadi Tukar uang Rp3 M per Pekan


Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami adanya informasi dari Masyarakat Antikorupsi (MAKI) yang menyebutkan Buronan KPK Nurhadi menukar uang hingga Rp 3 miliar dalam sepekan melalui orang suruhannya.

"Segala informasi dari masyarakat prihal keberadaan para DPO, tak terkecuali yang disampaikan oleh MAKI, KPK memastikan tentu akan menindaklanjuti dan menelusuri lebih jauh setiap petunjuk-petunjuk yang ada," ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam ketetangan resmi, Senin, (11/5).

Ali menjelaskan, bahkan pihaknya telah menelusuri lokasi dimana Buronan Nurhadi kerap melakukan penukaran uang dan juga mengkonfirmasi terhadap sejumlah saksi tetkait informasi tetsebut

"Sebelumnya penyidik KPK telah melakukan penelusuran dan juga telah melakukan pemeriksaan serta mengkonfirmasi kepada beberapa orang saksi," jelasnya.

Terkait progres pencarian Nurhadi dan dua Buronan lainnya yakni Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto. Dikatanya penyedik masih terus berusaha melakukan pencarian.

Kendati ketiga Buronan tersebut belum ditemukan, Ali memastikan proses penyidikan terhadap ketiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA itu terus berlanjut.

"Penyidik KPK juga sedang menyelesaikan berkas perkara dan saat ini penyidik fokus pada pengumpulan bukti-bukti perihal penggunaan uang-uang yang diduga diterima oleh tersangka NH dan RH yang berasal dari HS selaku tersangka pemberi suap dan atau gratifikasi," tukasnya.

Sebelumnya, MAKI melaporkan orang suruhan Nurhadi kerap menukarkan uang di dua money changer di Jakarta. "Awal minggu ini saya mendapat informasi teranyar yang diterima terkait jejak-jejak keberadaan Nurhadi berupa tempat menukarkan uang asing ke rupiah," kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.

Disebutnya dua money changer yang biasa digunakan Nurhadi untuk menukarkan uang dolar miliknya, yaitu di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dan Mampang, Jakarta Selatan.

"Inisial tempat penukaran uang adalah V (di Cikini) dan M (di Mampang). Biasanya tiap minggu menukarkan uang dua kali sekitar Rp1 miliar untuk kebutuhan sehari-hari dan akhir pekan lebih banyak sekitar Rp1,5 miliar untuk gaji buruh bangunan serta gaji para pengawal," katanya. (OL-4)

BERITA TERKAIT