11 May 2020, 14:45 WIB

Waduh, Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa Minus


Raja Suhud | Ekonomi

INDUSTRI  asuransi jiwa termasuk sektor yang cukup terpukul akibat pandemi covid-19. Penurunan pertumbuhan premi yang telah berlansung sejak ahir tahun berlanjut hingga triwulan I 2020,

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan premi asuransi jiwa mengalami penurunan pertumbuhan yang semakin dalam selama
triwulan pertama 2020, menjadi minus 13,8% dibandingkan posisi Desember 2019 yang minus 0,38% karena terdampak wabah COVID-19.

"Pertumbuhan premi asuransi turun signifikan khususnya asuransi jiwa," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam
keterangan pers daring bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin.

Sedangkan premi asuransi umum, lanjut dia, juga tumbuh lebih rendah pada triwulan pertama tahun ini mencapai 3,65% dibandingkan posisi
Desember 2019 mencapai 15,65%.

Wimboh tidak membeberkan kinerja lebih lanjut terkait industri perasuransian tersebut termasuk jumlah premi yang didapat selama triwulan pertama tahun ini baik asuransi jiwa maupun asuransi umum.

Sementara itu, rasio kecukupan modal asuransi (RBC) untuk asuransi jiwa, lanjut dia, juga menurun per Maret 2020 ini.

Meski begitu, lanjut dia, RBC asuransi jiwa masih terjaga dalam batas aman yakni sebesar 642,7% dibandingkan posisi Desember 2019 mencapai 789%.

Sedangkan untuk asuransi umum, rasio kecukupan modalnya mencapai 297,3%  dibandingkan posisi Desember 2019 mencapai 345%.

Terkait kinerja industri asuransi jiwa, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sebelumnya dalam pemaparan kinerja pada Rabu (11/3),
mencatat pendapatan industri ini selama tahun 2019 mencapai Rp243,2 triliun atau naik 18,7% jika dibandingkan tahun 2018.

Adapun salah satu penopangnya adalah pendapatan dari premi tahun 2019 yang mencapai Rp196,6 triliun atau naik 5,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, untuk kinerja tahunan industri asuransi umum, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat tahun 2019 pendapatan premi mencapai Rp79,7 triliun atau naik 14,1% dibandingkan tahun 2018 mencapai Rp69,8 triliun. (Des/E-1)
  
  
 

BERITA TERKAIT