11 May 2020, 14:25 WIB

OJK : Tidak Ada Bank Goyah Karena NPL


Despian Nurhidayat | Ekonomi

KETUA  Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso masih meyakini bahwa perbankan kecil maupun sedang tidak akan goyah bisnisnya di tengah pandemi covid19.

Menurutnya, kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) masih akan terjaga stabil hingga akhir tahun. Meski  angka NPL pada bulan Maret telah meningkat menjadi 2,79% atau telah naik dari posisi Desember 2019  yang baru mencapai 2,53%.

"NPL ini kita harapkan sampai covid-19 selesai tidak akan significant naiknya. Dan angka ini masih di 2,7% untuk bulan Maret. Kalau ada bank goyah dari sisi NPL,  saya yakin tidak ada," ungkap Wimboh dalam video conference KSSK, Senin (11/5).

Wimboh menyebut likuiditas perbankan juga masih terjaga yang tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio) yang telah mengalami penurunan,  namun masih cukup tinggi yaitu sebesar 21,72% dibandingkan posisi Desember 2019 yang sempat mencapai 23,31%.

"Program restukturisasi perbankan cukup efektif untuk menekan pembengkan NPL di perbankan. Bilamana ada nasabah yang menunggak pokok dan bunga dapat dikategorikan lancar apabila  pembayarannya masih lancar sebelum pandemi covid-19 terjadi di Indonesia," punvkasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga 10 Mei 2020, perbankan telah merestrukturisasi kredit sebanyak 3,88 juta debitur atau senilai Rp336,97 triliun untuk menangani dampak negatif pandemi covid-19 terhadap perekonomian dan iklim usaha. (E-1) 

BERITA TERKAIT