11 May 2020, 12:15 WIB

Permainan Harga, Petani Cabai Temanggung Rugi Hingga 50%


Tosiani | Nusantara

PETANI di Temanggung, Jawa Tengah menderita kerugian hingga 50 persen akibat anjloknya harga cabai. Petani memcurigai hal itu terjadi lantaran ada permainan harga oleh spekulan yang memanfaatkan situasi di tengah pandemik korona guna menumpuk keuntungan pribadi.

Budi Sarwanto,42, salah seorang petani di Desa Lungge, Kecamatan Temanggung, menyebutkan, saat ini cabai sret atau rawit merah dari petani hanya dihargai Rp9000 per kilogram (kg), cabai keriting merah di kisaran Rp8000-8500 per kg. Cabai merah besar ditawarkan dengan harga Rp8000 per kg, serta cabai keriting hijau terjual Rp4500 per kg.

Kondisi harga ini sangat timpang dibanding sekitar satu bulan sebelumnya. Ketika itu di tingkatan petani, cabai sret dihargai Rp35 ribu per kg. Cabai keriting merah terjual Rp25 ribu per kg,  cabai keriting hijau laku Rp16 ribu per kg, dan cabai besar merah ditawar Rp12 ribu per kg.

"Kami curiga ada permainan harga. Soalnya dari sisi kualitas, hasil panen kali ini cenderung bagus," ujar Budi, Senin (11/5/2020) di Temanggung.

Ia mengatakan, biasanya memasuki bulan puasa Ramadhan, harga cabai cenderung tinggi, akan terus mengalami kenaikan hingga lebaran. Bahkan harga cabai saat ini pun sangat jauh dari harga normal tiap kali panen raya, dimana cabai keriting merah sekitar Rp 25 ribu per kg dan cabai sret bisa mencapai Rp35 ribu per kg di tingkat petani.

Budi menanam 15 ribu pohon cabai. Setelah berumur 95 hari, cabai dipanen dalam 20 hingga 30 kali petik. Hingga saat ini ia sudah melakukan 15 kali petik. Padahal untuk biaya tanam hingga panen memerlukan sekitar Rp8 juta per 1000 pohon cabai. Karena kondisi harga yang teramat jatuh.

"Tentu saja kami rugi kalau harga cabai sampai di bawah Rp10 ribu per kg. Normalnya harga cabai Rp 20 ribu per kg baru bisa untung," tambahnya. 

baca juga: PSBB Berdampak Landainya Kasus Korona di Tasikmalaya

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Masrik Amin Zuhdi, menyebutkan, luas areal tanaman cabai rawit di daerahnya mencapai 800 hektar. Sedangkan luas areal tanaman cabai besar mencapai 1.000 hektar. Memasuki panen cabai saat ini, dari dua jenis cabai tersebut, telah menghasilkan lebih dari 1.200 ton cabai. Menurut dia, produksi masih akan terus berlanjut hingga akhir Mei, dengan volume panen diperkirakan mencapai sekitar 150 ton per minggu.

"Saya berharap kebijakan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membeli bawang putih dan cabai, bisa membantu petani," kata Masrik. (OL-3)

BERITA TERKAIT