11 May 2020, 12:07 WIB

PSBB Berdampak Landainya Kasus Korona di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mengkonfirmasi selama ini tidak ada penambahan kasus pasien positif covid-19. 

"Memang sekarang kasus covid-19 ada penurunan setelah Provinsi Jawa Barat memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dan PSBB diberlakukan juga di Kota Tasikmalaya. Pemberlakuan PSBB sampai 19 Mei. Dan saya meminta agar masyarakat harus selalu menjaga jarak, tak berkerumun dan selalu memakai masker serta cuci tangan dengan baik," ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan PSBB yang dilakukannya sekarang ini berdampak pada tren kasus Covid-19 tidak ada kenaikan. Karena, para pemudik dari zona merah yang masuk ke Tasikmalaya sudah ada penurunan setelah perbatasan di setiap jalan ditutup, dan pendatang juga telah kembali.

baca juga: Dapur Umum di Muba Diperpanjang 90 Hari ke Depan

"Saya meminta agar petugas yang berjaga di setiap titik mulai TNI, Polri, BPBD, Dishub agar tetap tegas. Dan jika mereka ingin menerobos pembatas jalan harus memiliki surat tugas. Namun, sekarang kasus covid-19 di Kota Tasikmalaya sudah turun. Tapi seluruh warga jangan menyepelekan dengan turunnya kasus tersebut. Warga harus terus menjaga dengan pola hidup bersih dan sehat," kata Budi Budiman. 

Saat ini ada 17 pasien covid yang masih dirawat di rumah sakit dari total 31 orang. Sisanya 11 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang meninggal dunia.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT