11 May 2020, 11:30 WIB

​​​​​​​Covid-19: Klaster Baru Tingkatkan Risiko Gelombang Kedua


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SUDAH dua bulan sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus korona jenis baru (covid-19) sebagai pandemi.

Sebuah keluarga di Tiongkok, kelab malam di Korea Selatan, dan rumah jagal di Jerman menjadi kelompok baru infeksi covid-19 yang memicu kekhawatiran tentang gelombang kedua, bahkan ketika beberapa negara memperlonggar aturan lockdown mereka.

Pejabat kesehatan di seluruh dunia sedang mengamati seberapa banyak tingkat infeksi meningkat dalam gelombang kedua.

Tiongkok Tiongkok melaporkan 17 kasus covid-19 baru, Senin (11/5), peningkatan dua digit berturut-turut kedua setelah melaporkan 14 kasus baru pada sehari sebelumnya, kenaikan dua digit pertama dalam 10 hari.

Sebelas dari 12 infeksi domestik berada di provinsi timur laut Jilin, yang mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan tingkat ancaman di salah satu kabupatennya, Shulan, ke risiko tinggi, hanya beberapa hari setelah menurunkan semua wilayah ke risiko rendah.

Sementara Korea Selatan melaporkan 34 kasus tambahan, yaitu infeksi baru yang dikaitkan dengan kelab malam.

Tren negatif ini mengancam kesuksesan yang diraih Negeri Ginseng dalam menekan penyebaran covid-19. Itu adalah pertama kalinya infeksi harian Korsel di atas 30 dalam waktu sekitar sebulan.

Di seluruh dunia, lebih dari 4 juta orang telah dilaporkan terinfeksi dan hampir 280.000 telah meninggal karena covid-19, lebih dari setengahnya ada di Eropa, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Iran mengunci wilayah barat daya mereka setelah terjadi lonjakan kasus virus korona jenis baru (covid-19). 

“Sebuah provinsi di Iran barat daya telah dikunci untuk mencegah penyebaran virus korona,” lapor kantor berita Tasnim seperti dilansir Al Jazeera, Senin (11/5).

Laporan itu mengutip gubernur provinsi yang mengatakan telah terjadi peningkatan tajam dalam kasus-kasus baru di seluruh provinsi. Gubernur Provinsi Khuzestan yang berbatasan dengan Irak dan termasuk wilayah Abadan, Gholamreza Shariati, mengatakan orang-orang belum mematuhi aturan jarak sosial.

"Karena ini jumlah pasien korona di provinsi ini telah tiga kali lipat dan rawat inap pasien telah meningkat sebesar 60%," kata Shariati.

Baca juga: Iran Berlakukan Lockdown Baru usai Lonjakan Kasus Covid-19

Infeksi covid-19 meningkat di Jerman, data resmi menunjukkan, hanya beberapa hari setelah negara itu memperlonggar pembatasan lockdown.

Laporan Robert Koch Institute (RKI) yang dirilis pada Sabtu mengatakan tingkat reproduksi (perkiraan jumlah orang yang terinfeksi oleh pasien covid-19 yang dikonfirmasi) sekarang di atas di 1,1, sedangkan pembaruan Minggu mencatatkan di 1,13. Tingkat penyebaran telah di bawah 1 dalam tiga minggu terakhir. Itu berarti jumlah infeksi sekarang meningkat di Jerman.

Laporan itu datang ketika ribuan orang Jerman melakukan unjuk rasa pada Sabtu (10/5) untuk mendesak pemerintah mengakhiri total aturan pembatasan.

Wabah di rumah jagal atau pabrik pengolahan daging di Negara Bagian North Rhine-Westphalia dan Schleswig-Holstein dilaporkan sudah melewati batas sehingga memaksa pejabat daerah bertindak.

Menurut data Johns Hopkins University, secara global, lebih dari 282.700 orang telah meninggal karena covid-19, sementara jumlah infeksi yang dikonfirmasi telah melampaui empat juta. Lebih dari 1,3 juta orang telah pulih. (BBC/SCPM/Al Jazeera/A-2)

 

 

BERITA TERKAIT