11 May 2020, 10:30 WIB

Kasus Meningkat, GTPP Sumut Wacanakan Strategi Berbasis Komunitas


Yoseph Pencawan | Nusantara

Pasien terpapar covid-19 di Sumatra Utara selama beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan tajam. Sebarannya juga semakin masif ke kabupaten dan kota di provinsi ini.

Menyikapi fenomena ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut mewacanakan strategi penanganan berbasis komunitas.

"Percepatan penanganan berbasis komunitas merupakan strategi yang efektif untuk membendung paparan covid-19," kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah, Senin (11/5).

Strategi ini bertujuan untuk melindungi warga yang masih sehat dan menyembuhkan mereka yang sakit dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Dampak Covid-19, Penjual Daging Sapi di Klaten Tiarap

Menurut Aris, strategi berbasis komunitas ini bukan semata untuk mendorong masyarakat menjadi sukarelawan atau mengumpulkan bantuan untuk warga lain.

"Bukan pula mendorong satu komunitas lingkup kecil seperti kampung, dusun, desa atau komplek perumahan untuk menutup pintu masuk dan mencegah orang dari luar komunitas untuk masuk," paparnya.

Strategi berbasis komunitas berorientasi pada proses untuk menguatkan perasaan saling mendukung usaha satu sama lain.

Menurutnya, strategi ini merupakan proses yang terus-menerus menggugah kesadaran bersama bahwa pandemi ini menerjang satu komunitas besar bernama Sumut. "Bukan hanya kabupaten/kota atau wilayah tertentu," kata Aris.

Aksi-aksi solidaritas akan dapat membawa kesadaran kebersamaan sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang rentan terhadap covid-19.

"Pada pokoknya strategi ini bertujuan untuk memperkuat komunitas dengan terus menggugah kesadaran dan solidaritas bersama dalam penanganan covid-19," jelasnya.

Sumut kembali mengalami lonjakan kasus positif covid-19 dan tercatat menjadi yang tertinggi sepanjang virus tersebut terdeteksi menyebar ke provinsi ini.

Sejak covid-19 terdeteksi masuk Sumut pada pertengahan Maret 2020, jumlah tertinggi yang pernah terjadi dalam waktu 24 jam hanya sebanyak tujuh kasus.

Namun pada Sabtu (9/5) terkonfirmasi kasus lebih dari tiga kali lipat dari jumlah tersebut. Terjadi penambahan 22 kasus positif dibandingkan hari sebelumnya sehingga total saat ini ada 179 kasus positif covid-19. (OL-14)

BERITA TERKAIT