11 May 2020, 10:27 WIB

700 Rapid Test Disiapkan untuk Pengunjung Indogrosir


Agus Utantoro | Nusantara

PEMERINTAH Kota Yogyakarta saat ini tengah mempersiapkan 700 rapid test untuk warganya yang sempat berkunjung atau berbelanja di Indogrosir Mlati, Sleman pada kurun 19 April-4 Mei lalu. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Senin (11/5) mengatakan rapid test untuk mereka yang pernah berkunjung atau berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut dilakukan di setiap puskesmas di Kota Yogyakarta.

"Harapannya mereka yang pernah berbelanja atau berkunjung mengikuti rapid test di puskermas terdekat dengan tempat tinggalnya," kata Heroe Poerwadi yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta itu.

Ia mengungkapkan, untuk dapat mengikuti rapid test tersebut disyaratkan nota atau struk transaksi pembelanjaan. 

"Satu nota transaksi berlaku untuk satu orang," katanya.

Warga Kota Yogyakrta yang dibuktikan dengan KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kota Yogyakarta harus melakukan pendaftaran secara daring untuk mengikuti tes cepat tersebut melalui corona.jogjakota.go.id. Batas waktu pendaftaran maksimal pada Senin (11/5) pukul 12.00 WIB. Rapid test tersebut dilakukan secara gratis. Tes cepat diprioritaskan untuk satu orang dari setiap struk pembelanjaan. Dan apabila ditemukan hasil tes yang reaktif, maka akan dilakukan pelacakan terhadap keluarga atau kerabat yang bersangkutan.

Sementara Gugus Tigas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul menegaskan satu orang terkonfirmasi positif berasal dari klaster GPIB (Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat) Margo Mulyo, Kota Yogyakarta.

"Ada penambahan pasien positif satu orang, perempuan berusia 57 tahun, riwayat jemaatklaster gereja GPIB Ngupasan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santosa dalam  keterangan tertulis melalui aplikasi pesan di Bantul, Minggu (10/5) malam.

Pasien positif baru ini jelasnya, merupakan warga Kecamatan Kasihan, saat ini yang bersangkutan dirawat di Rumah Sakit Elizabeth Bantul. Dengan adanya tambahan satu pasien positif tersebut, maka jumlah total kasus positif covid-19 di Bantul per 10 Mei sebanyak 38 orang, yang sembuh 13 orang, kemudian meninggal dua orang, sehingga pasien positif yang masih rawat inap ada 23 orang.

Secara umum di DIY pada hari Minggu terdapat penambahan tujuh kasus positif yang baru termasuk yang di Bantul. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih menjelaskan dari tujuh positif baru tersebut dua di antaranya WN India.

baca juga: Nelayan di Palu Dapat Bantuan Sembako Tanpa Birokrasi

"Dengan demikian  total kasus positif covid 19 di DIY hingga hari Minggu menjadi sebanyak 153 kasus," kata Berty.

Tujuh positif baru itu, satu orang dari klaster gereja, empat orang berasal dari klaster Indogrosir dan dua orang dari klaster Jamaah Tabligh.

"Laporan kasus sembuh, sebanyak 1 kasus, sehingga jumlah kasus yang sembuh dari covid 19 di DIY sebanyak 60 kasus," pungkasnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT