11 May 2020, 10:15 WIB

​​​​​​​Iran Berlakukan Lockdown Baru usai Lonjakan Kasus Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

IRAN mengunci wilayah barat daya mereka setelah terjadi lonjakan kasus virus korona jenis baru (covid-19).

“Sebuah provinsi di Iran barat daya telah dikunci untuk mencegah penyebaran virus korona,” lapor kantor berita Tasnim seperti dilansir Al Jazeera, Senin (11/5).

Laporan itu mengutip gubernur provinsi yang mengatakan telah terjadi peningkatan tajam dalam kasus-kasus baru di seluruh provinsi.

Gubernur Provinsi Khuzestan yang berbatasan dengan Irak dan termasuk wilayah Abadan, Gholamreza Shariati, mengatakan orang-orang belum mematuhi aturan jarak social.

"Karena ini jumlah pasien korona di provinsi ini telah tiga kali lipat dan rawat inap pasien telah meningkat sebesar 60%," kata Shariati.

Iran, salah satu negara di Timur Tengah yang paling terpukul oleh covid-19, telah mulai melonggarkan pembatasan pada kehidupan normal untuk menghidupkan ekonomi, yang telah terpukul oleh sanksi Amerika Serikat.

Baca juga: Tiongkok Khawatirkan Munculnya Klaster Kota Baru di Jilin

Dalam sambutannya pada konferensi pers harian pada Minggu, juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoosh Jahanpoor mengatakan jumlah orang yang terkonfirmasi positif covid-19 di seluruh negeri telah meningkat menjadi 107.603 menyusul deteksi 1.383 kasus baru sejak Sabtu.

Dia juga mencatat bahwa 86.143 pasien covid-19 telah pulih dari penyakit tersebut sejauh ini dan telah dikeluarkan dari rumah sakit.

Menurut Jahanpoor, jumlah kematian akibat covid-19 di Iran sekarang mencapai 6.640 jiwa setelah 51 pasien meninggal selama 24 jam terakhir.

Secara global, lebih dari 279.000 telah meninggal karena covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus korona jenis baru, sementara jumlah infeksi yang dikonfirmasi telah melampaui empat juta. Lebih dari 1,3 juta orang telah pulih. (Al Jazeera/A-2)

BERITA TERKAIT