11 May 2020, 08:42 WIB

Korlantas: Langgar Larangan Mudik, 39 Ribu Kendaraan Putar Balik


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

PULUHAN ribu kendaraan terpantau berpotensi melakukan mudik Lebaran 2020 di tujuh wilayah Indonesia selama 24 April-10 Mei 2020. Puluhan kendaraan itu diminta memutar balik karena langgar larangan mudik.

"Menurut catatan Kakorlantas Polri terdapat sebanyak 39.412 kendaraan yang diminta untuk putar balik selama 17 hari," kata Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Benyamin, kepada Medcom.id, Senin (11/5).

Kendaraan yang diputar balik itu antara lain kendaraan pribadi, kendaraan umum, dan kendaraan roda dua. Kendaraan itu diminta memutar balik setelah petugas memeriksa kendaraan di pos pengamanan.

Masyarakat dari kawasan hukum Polda Metro Jaya yang paling mengotot mudik. Tercatat ada 16.229 kendaraan yang diminta putar balik ke Jakarta.

Posisi kedua ditempati Polda Jawa Timur dengan jumlah 7.672 kendaraan. Disusul masyarakat dari Polda Jawa Barat sebanyak 5.944 kendaraan yang diminta memutar balik karena membandel.

"Lalu Banten 4.601 dan Jawa tengah 3.567 kendaraan," ungkap Benyamin.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Hentikan PSBB Karena Tidak Efektif dan Lama

Pelanggaran mudik Lebaran paling sedikit berada di wilayah Polda Lampung dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kendaraan yang diminta memutar balik di Polda Lampung sebanyak 1.017 unit, sedangkan Polda DIY sebanyak 382 kendaraan.

Untuk jumlah kendaraan yang diminta memutar balik di tujuh wilayah pada Minggu (10/5) atau hari ke-17 Operasi Ketupat 2020, didominasi oleh kendaraan pribadi roda empat. Jumlahnya mencapai 987 kendaraan.

Kemudian, pemudik menggunakan sepeda motor sebanyak 534 dan 150 bus. Total kendaraan yang memutar balik sebanyak 1.711 kendaraan.

Benyamin menyebut masyarakat yang mengotot mudik itu tidak dikenakan sanksi pidana. Mereka hanya diminta untuk memutar balik kendaraan.

"Masalah Undang-Undang Karantina, tanya Pemda atau Kemenkes. Kalau sanksi hanya kita putar balik saja," ujar dia. (A-2)

BERITA TERKAIT