11 May 2020, 07:08 WIB

Sidang Pemugaran Plaza Sarinah Dilakukan Pekan Depan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GEDUNG Plaza Sarinah akan dirombak ulang agar menjadi lebih modern namun tidak meninggalkan kesan Indonesia karena fungsinya yang menjadi etalasi produk-produk lokal. Rencana perombakan dimulai pada Juni mendatang. Namun, sebelum dirubuhkan dan dibangun kembali, manajemen Plaza Sarinah yakni PT Sarinah (Persero) harus melalui sidang bersama Tim Sidang Pemugaran (TSP). Hal ini diwajibkan karena Sarinah akan diajukan sebagai bangunan cagar budaya.

"Infonya memang akan dibahas di TSP karena untuk perencanaan perlu ada saran dan pertimbangan dari TSP," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Norviadi S. Husodo kepada Media Indonesia, Senin (11/5).

Norviadi mengatakan PT Sarinah pun sudah meminta pelaksanaan sidang pemugaran dengan TSP. Sidang pemugaran dijadwalkan pekan depan.

"Tanggal 18 Mei dijadwalkan rapat pembahasan perencanaa tersebut di TSP," paparnya.

Sementara itu, saat ini Pemprov DKI Jakarta juga tengah memproses status cagar budaya Gedung Plaza Sarinah. Norviadi mengatakan pengajuan status cagar budaya telah dikirimkan kepada Gubernur DKI Jakarta.

"Sudah diusulkan menjadi cagar budaya, pada bagian dari gedung Sarinah yang masuk kriteria cagar budaya," jelas Norviadi.

Pengajuan status cagar budaya ini berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam pasal itu disebutkan salah satu kriteria cagar budaya adalah berusia 50 tahun atau lebih dan memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan.

Sarinah merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia. Pembangunan gedung ini dirintis oleh Presiden Ke-1 RI Soekarno sebagai pusat promosi produk dalam negeri pada tahun 1962. Gedung dibangun selama empat tahun dan diresmikan pada 15 Agustus 1966 sehingga, gedung ini telah menginjak usia 53 tahun.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT