11 May 2020, 06:54 WIB

Pertambangan Timah di Babel Sumbang Pengangguran Tertinggi


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

PERTAMBANGAN timah di Bangka Belitung menjadi penyumbang pengangguran tertinggi di provinsi tersebut. Hal ini memberikan pengaruh begitu besar terhadap perekonomian di provinsi kepulauan tersebut. Untuk mengembalikan kondisi perekonomian, harus ada langkah kongkrit, dari pemerintah di daerah maupun pemerintah pusat.

Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Babel, Ricky Pratama mengatakan laporan mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi covid-19 berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi Babel.

"Ini mesti dipikirkan pemerintah, kita harap ada solusi pemulihan terhadap sektor-sektor usaha ini," kata Ricky, Senin (11/5).

Menurutnya, keputusan PHK pekerja di Babel sejak tahun 2019 hingga 28 April 2020 khusus di industri pertimahan sudah mencapai 3.531 pekerja.

"Sebelum covid-19, dunia industri pertimahan memang sudah banyak mem-PHK  karyawannya. Goyang, hingga ribuan pekerjanya tak bekerja lagi. Dan sekarang kondisi makin sulit dengan covid-19, ini seperti jatuh tertimpa tangga pula," ujarnya.

Oleh karena itu, harus ada langkah pemulihan kondisi perekonomian, Pihaknya menilai, sektor pertimahan solusi terbaik untuk mengembalikan situasi, minimal bisa menstabilkan perekonomian pasca covid-19.

"Kita tawarkan solusi agar pertimahan di Babel dapat segera dihidupkan kembali, atau ada solusi lain kita minta pemerintah buka lapangan kerja skala besar bagi masyarakat yang di-PHK," ungkapnya.

Persoalan pertimahan yang tak beroperasi ini, pihaknya berharap ada langkah dari Gubernur Babel mengkomunikasikan ke pemerintah pusat sesuai kewenangannya. Ada kebijakan kelonggaran atas regulasi demi pemulihan kondisi perekonomian Babel.

"Suka tidak suka, pertimahan ini memang yang menyumbang banyak pertumbuhan ekonomi di Babel. Kontribusinya besar, saya rasa ini solusi terbaik. Bayangkan jika semua smelter bisa beroperasi berapa tenaga kerja yang diserap, satu smelter saja bisa menampung 200 pekerja," ungkap anggota Dewan Pengupahan Babel ini.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT