11 May 2020, 05:35 WIB

Penumpang KRL Minta Dibatasi, Ini Respons KCI


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH daerah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta telah meminta agar PT KCI membatasi jumlah penumpang kereta commuter line (KRL) terkait tingginya risiko penularan virus korona. Permintaan itu telah disampaikan saat rakor meningkatkan pengetatan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan PT KCI sudah maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing selama wabah covid-19 pada penumpang KRL.

"Sampai saat ini selaku operator kami menjalankan KRL sesuai protokol covid dari pemerintah," kata Anne kepada Media Indonesia, Minggu (10/5).

Penerapan physical distancing sudah dilakukan sejak di peron. Jumlah penumpang yang memasuki peron  dibatasi agar ada jarak antarpenumpang di area peron. Selain itu, jumlah maksimal penumpang yang diperbolehkan masuk ke dalam kereta juga dibatasi.

"Selama ini yang kami lakukan pembatasan masuk ke peron dan ke KRL. Dari 700 lebih perjalanan KRL, 90% sepi pengguna," terang Anne.

baca juga: Kereta Api Luar Biasa Dioperasikan 12 Mei, Ini Rutenya

Penyemprotan stasiun dengan diisinfektan juga dilakukan. Selain itu, PT KCI juga menyiapkan 4000 lebih petugas pengamanan di 80 stasiun dan di atas KRL dibantu Brimob, TNI, Marinir, dan Kepolisian.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT