04 May 2020, 04:40 WIB

Jelang Lekoran, Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Perbatasan


Mohammad Ghazi | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meningkatkan pengawasan di seluruh pintu masuk wilayah tersebut, terutama menjelang tradisi lekoran (malam 21 Ramadan) dan Hari Raya Idul Fitri.

Setidaknya ada empat posko satgas didirikan untuk memperketat pintu masuk wilayah Sumenep. Empat posko itu tiga diantaranya mengawasi jalur darat yakni Posko Kecamatan Pragaan di jalur selatan, Posko Kecamatan Guluk-Guluk untuk jalur tengah dan Posko Kecamatan Pasongsongan untuk jalur utara serta satu posko di Pelabuhan Kalianget untuk pengawasan pintu masuk dari jalur laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Abdul Rahman Riadi, mengatakan selain empat posko tersebut, pengawasan juga dilakukan di beberapa pelabuhan tradisional yang melibatkan relawan tingkat desa. "Pengawasan kami efektifkan di seluruh jalur perbatasam dan pintu masuk Sumenep untuk memeriksa setiap orang yang masuk wilayah ini," katanya, Minggu (9/5).

Ia mengatakan, meski Pemkab Sumenep telah mengeluarkan himbauan agar warganya di perantauan tidak mudik menjelang tradisi lekoran dan lebaran, namun peningkatan pengawasan dilakukan sebagai antisipasi. "Intinya, kami hanya melakukan antisipasi dan bukan untuk mempersulit warga," kata Rahman Riadi.

Tradisi lekoran di Madura biasa dilakukan pada malam 21 Ramadan. Kegiatan itu diisi dengan silaturrahmi dan buka bersama keluarga besar, dilanjutkan dengan ziarah ke makam leluhur pada keesokan harinyaa. (R-1)

BERITA TERKAIT