11 May 2020, 03:05 WIB

Bali Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Melalui Transmisi Lokal


Arnoldus Dhae | Nusantara

WALAU kasus Covid-19 masih didominasi imported case, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mewaspadai terjadinya lonjakan kasus melalui transmisi lokal. Tim Gugus Tugas meminta masyarakat untuk lebih menaati aturan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

"Adanya transmisi lokal berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bali Dewa Made Indra, Minggu (10/5).

Made Indra mengatalan Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19.

Hingga saat ini, tercatat telah terjadi 118 kasus Covid-19 di Bali melalui transmisi lokal. "Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa kita hentikan," ujarnya.
     
Lebih jauh Made Indra mengatakan jumlah pasien positif hingga saat ini berjumlah 311 orang atau bertambah 5 orang yang terdiri dari 4 orang pekerja migran Indonesia (PMI) dan satu orang dari transmisi lokal. Sedangkan, jumlah pasien yang telah sembuh mencapai 204 orang atau bertambah 7 orang. Jumlah pasien yang meninggal sejumlah 4 orang.

"Jumlah pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 103 orang yang berada di 10 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas dan Gedung BPK Pering Denpasar," ujar Made Indra. (R-1)

BERITA TERKAIT