11 May 2020, 01:50 WIB

Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu Ditutup Hingga 1 Juni


M Taufan SP Bustan | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Tengah, menutup Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu hingga 1 Juni mendatang. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengatakan, penutupan tersebut sudah disampaikan kepada perwakilan maskapai dan pihak bandara. "Jadi kami sudah tegaskan saat audiensi antara kepala bandara dan perwakilan semua maskapai pada Jumat (8/5) lalu," terangnya di Palu, Minggu (10/5).

Menurut Longki, pihak bandara sebelumnya menyampaikan rencana operasional kembali sehubungan dengan surat edaran Dirjen Perhubungan Udara Menteri Pehubungan nomor 31 tahun 2020 tentang pengaturan penyelenggaraan transportasi udara selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran virus korona. "Kami sangat patuh dan hormat terhadap surat edaran itu tetapi pendapat dan usulan kami juga harus dihargai," jelasnya.  

Lebih jauh Longki mengatakan penutupan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemutusan rantai penularan Covid-19 di Sulteng. "Termasuk juga penutupan untuk transportasi laut, kecuali distribusi barang. Jadi, kebijakan ini semata-mata kami putuskan agar korona ini cepat berlalu dari Sulteng," tegasnya.

Longki menambahkan, bahwa kondisi Sulteng saat ini berada pada puncak penyebaran korona, sehingga usulan dan saran Pemprov Sulteng perlu dihargai. "Sangat sulit untuk melaksanakan SOP yang sudah ditetapkan BNPB terhadap orang yang datang dari daerah pendemi harus dikarantina selama 14 hari, apalagi saat ini penyebaran Covid -19 di Sulteng sudah masuk pada transmisi lokal," tandasnya.  

Hingga saat ini jumlah kasus positif virus korona di Sulteng, berdasarkan data di Pusdatina Covid-19 Sulteng, berjumlah 75 orang.  Juru bicara Pusdatina Covid-19 Sulteng, Haris Kariming menyebutkan, Orang Dalam Pengawasan (ODP) terjadi penurunan dari 129 orang, kini menjadi 126 orang.

Selain itu, penurunan jumlah juga terjadi pada status Pasian Dalam Pengawasan (PDP), sehari sebelumnya berjumlah 37 orang, kini turun menjadi 27 orang. "Untuk mencegah penaikannya, ayo kita dukung imbauan pemerintah, TNI dan Polri. Dukungan itu, jangan berkumpul, hindari kerumunanm serta sayangi diri sendiri dan keluarga," imbuh Haris. (R-1)

 

BERITA TERKAIT