11 May 2020, 01:25 WIB

PMI Solo Butuh Tambahan 1000 Kantong Darah


Widjajadi | Nusantara

PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Solo, Jawa Tengah membutuhkan sedikitnya 1000 kantong darah tambahan dari pendonor, agar kebutuhan pasien menjelang dan selama lebaran bisa dicukupi dengan aman.

"Untuk mendapatkan pendonor dalam situasi pandemi korona ini, kita harus berusaha lebih kers lagi. Dalam situasi normal, kita mudah mendapatkan pendonor dari institusi dan juga umat di tempat ibadah, seperti masjid, kelenteng dan gereja setiap Jumat, Sabtu dan Minggu," kata Sekretaris PMI Kota Solo,Sumartono, Minggu (10/5).

Namun dalam situasi darurat covid-19 ini, lanjut dia, cara cara normal untuk mendapatkan donor sulit ditempuh. PMI Kota Solo harus menggunakan bus donor darah, yang di tempatkan di sejumlah titik strategis, agar bisa mengamankan stok darah, dari kemungkinan kondisi kritis.

"Stok aman adalah 3000 kantong. Tapi saat ini stok hanya menyisakan 1817 kantong darah. Meski belum dalam situasi kritis, mengingat permintaan rata rata 300 kantong tiap hari. Sehingga untuk mengantisipasi kebutuhan lebaran, dalam 10 hari ke depan, diperlukan sedikitnya 1200 kantong darah" imbuh Sumartono.

PMI Kota Solo telah melaporkan jumlah stok darah yang tersedia kepada Wali Kota FX Hadi Rudyatmo dan disanggupi dibantu penyediaan donor darah dari para kader PDI Perjuangan dan juga masyarakat yang bersimpati.

"Bahkan Pak Wali Kota juga menyediakan halaman rumah dinas Loji Gandrung hingga aksi donor darah yang dilaksanakan selama 10 hari mulai Mibggu (10/5) tetap dalam aturan protokol kesehatan covid 19," tandas Sumartono.

Sumartono berharap, dengan aksi donor darah selama 10 hari, sangat dimungkinkan kebutuhan masyarakat akan darah menjelang dan selama lebaran bisa dicukuo dengan baik.

"Kalau bisa mendapatkan 1200 kantong darah, paling tidak bisa mengamankan kebutuhan selama lebaran. Hari hari selanjutnya, mudah mudahan pandemi korona sudah mereda, sehingga donor darah institusi bisa berlangsung kembali," pungkas dia. (R-1)

 

BERITA TERKAIT