11 May 2020, 00:55 WIB

Obama Kecam Trump soal Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

MANTAN Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam keras suksesornya, Donald Trump, dalam merespons dan menangani krisis virus korona baru (covid-19). Obama menyebut penanganan pandemi di AS sebagai sebuah bencana kekacauan.

Dalam sebuah konferensi pribadi, Obama menyatakan kacaunya penanganan virus korona di AS itu menggarisbawahi pentingnya
kepemimpinan yang kuat dalam mengatasi krisis global. Ia menilai Trump gagal menunjukkan kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan sehingga membuat AS menjadi episentrum virus korona global.

“Amerika sekarang terpecah. Mungkin itu sebabnya kenapa penanganan krisis global ini menjadi kurang bersemangat dan tidak lancar,” ungkap Obama, Sabtu (9/5).

Lebih dari 77.000 orang kini telah meninggal di AS dan negara itu memiliki 1,2 juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi. Banyak negara bagian menerapkan langkah-langkah lockdown pada Maret, tetapi sekarang telah mencabut pembatasan sehingga memungkinkan
orang kembali bekerja. Akan tetapi, para pejabat kesehatan memperingatkan langkah itu dapat menyebabkan virus menyebar lebih jauh.

Pendekatan Trump terhadap pandemi covid-19 terlihat berubah-ubah. Pada Februari, ia mengecilkan ancaman virus, mengatakan virus itu lambat laun akan hilang, tetapi pada pertengahan Maret, ia mengakui tingkat keparahannya. Pada April, ia menyarankan pasien covid-19 bisa diberikan disinfektan sebagai bagian dari perawatan, sesuatu yang segera ditolak oleh para ahli.

Pekan lalu, dia mengumumkan akan menutup gugus tugas virus korona, tetapi kemudian mengatakan akan memfokuskan kembali
pada pembukaan ekonomi. Pernyataan baru Obama itu juga dibuat dalam seruan yang dimaksudkan mendorong mantan staf di pemerintahannya mendukung kampanye Joe Biden dalam pemilihan presiden pada November mendatang.

“Pemilu yang akan datang di setiap tingkatan sangat penting karena apa yang akan kita lawan bukan hanya individu atau partai politik tertentu,” kata Obama. “Yang kita lawan ialah tren jangka panjang egoisme, kesukuan, dan melihat orang lain sebagai musuh yang kini telah menjadi dorongan kuat dalam kehidupan orang-orang Amerika Serikat,” ujar Obama.

Obama juga mengkritik keras keputusan tuntutan pidana terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn, selama
penyelidikan skandal Trump-Rusia.


Jumlah kasus naik

Data Universitas Johns Hopkins yang berbasis di Amerika Serikat menyatakan lebih dari 4 juta kasus covid-19 telah dilaporkan di seluruh dunia. Jumlah korban yang meninggal juga meningkat menjadi di atas 277.000 jiwa.

Para ahli memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya dari infeksi covid-19 kemungkinan akan jauh lebih tinggi karena tingkat pengujian yang rendah di banyak negara. Minggu ini, beberapa pembatasan wilayah telah mulai dihapus di Italia yang pernah menjadi pusat pandemi global. Warga Italia kini da pat berolahraga di luar rumah dan mengunjungi anggota keluarga. (AFP/X-11)

 

BERITA TERKAIT