11 May 2020, 14:00 WIB

Data Genetik Genom Virus SARS-CoV-2 Percepat Tanggulangi Covid-19


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Anggota Komisi VII DPR RI Sulaiman Umar Siddiq mengatakan bahwa temuan Data Genetik Urutan Keseluruhan Genom (Whole Genome Sequencing/WGS) Virus SARS-CoV-2 penting bagi percepatan pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19 di Indonesia. Sulaiman menyampaikan, pada Raker dan RDP Komisi VII DPR RI dengan Menteri Ristek dan Kepala LPNK serta Direktur LBM Eijkman baru-baru ini, pihaknya meminta LBM Eijkman terlibat aktif dalam kajian dan penelitian mutasi virus SARS-CoV-2 yang memicu Covid-19.

Dikatakannya, Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, yang menyediakan ribuan genom lengkap perkembangan virus yang tengah menyerang dunia itu, telah mengidentifikasi atau menemukan tiga varian yang menyebar di berbagai negara, yaitu SARS-CoV-2 tipe A, tipe B, dan tipe C. Koleksi genom dari SARS-CoV-2 pada bank data Fred Hutchinson Cancer Research Center itu, sambung Sulaiman, dikirimkan dari berbagai negara di dunia yang terinfeksi virus tersebut, kecuali Indonesia.

"Indonesia yang telah lebih satu bulan mengalami pandemi Covid-19 waktu itu, belum juga meneliti dan mendaftarkan urutan genom virus pemicu Covid-19 ini. Sebab itulah kami meminta LBM Eijkman untuk aktif meneliti mutasi virus SARS-CoV-2 ini," kata Sulaiman dalam keterangan persnya, Jumat (8/5/2020).

Ia juga menyampaikan, pada Rapat Gabungan Komisi VI, VII, dan IX DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel dengan Menristek, Kepala LIPI, BPPT, Direktur LBM Eijkman, Menteri Kesehatan, Kepala Balai POM, serta Menteri Perindustrian yang membahas tentang percepatan pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19 di Indonesia itu, Menristek Bambang PS. Brodjonegoro melaporkan bahwa LBM Eikjman telah berhasil mengurutkan keseluruhan genom SARS-CoV-2 di Indonesia.

“Urutan keseluruhan genom (whole genome sequencing/WGS)  SARS-Cov-2 dari tiga isolat  dari pasien di Indonesia, yang panjangnya 29.000 basa ini, bahkan telah didaftarkan LBM Eijkman di platform Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), sebuah situs online wadah para ilmuwan di seluruh dunia menyimpan dan berbagi informasi tentang virus yang menjadi pandemi ini,” papar politisi PDI-Perjuangan itu.

Saat ini, sambung Sulaiman, GISAID memiliki sekitar 16.000 data genom SARS-Cov-2 dari sejumlah negara, termasuk hampir semua negara di Asia telah mendaftarkan data dan kekerabatannya. Penemuan data urutan keseluruhan genom (WGS) SARS-CoV-2 ini sangat penting bagi upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Seperti dikabarkan, dari roadmap Konsorsium Nasional Vaksin Covid-19, hingga kuartal II 2021 pengembangan vaksin baru memasuki tahap praklinis, dan di akhir tahun 2021 baru memasuki tahap produksi komersial.

Sementara melihat perkembangan global penelitian vaksin Covid-19 per 30 April 2020, ada 8 kandidat vaksin yang telah masuk pada uji klinik. Bahkan salah satu tipe vaksin itu, yaitu Adenovirus Type 5 Vector, yang dikembangkan Cansino Biological Inc/Beijing Institute of Biotechnology, telah menjalankan fase 2 uji klinis sejak 10 April 2020 lalu. Tidak tertutup kemungkinan tahun ini dunia, khususnya China, telah menemukan vaksin ini. Sementara Indonesia masih tertinggal.

“Oleh karena itu, kami meminta, khususnya kepada LBM Eijkman untuk terus mengkaji/meneliti dan menambah/memperbanyak lagi jumlah isolat urutan keseluruhan genom (WGS) SARS-CoV-2 yang menginfeksi masyarakat Indonesia saat ini dan telah menjadi penyebab pandemi di negeri kita," imbuh Sulaiman.

Ia menerangkan, lebih lanjut Komisi VII DPR RI meminta semua pihak yang terkait dari dalam upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan Pandemi Covid-19 di Indonesia, mulai dari penemu dan perekayasa inovasi teknologi alat tes dan alkes, Gugus Tugas Covid-19 di pusat dan di daerah, pemerintah daerah, hingga ke sumber daya dan institusi untuk pengembangan obat dan pengembangan vaksin benar-benar memperhatikan temuan mengenai data genetik urutan keseluruhan genom (WGS) SARS-CoV-2 ini.

“Khusus kepada Konsorsium Nasional Vaksin Covid-19, kami berharap semoga pengembangan dan penemuan vaksin SARS-Cov-2 untuk bangsa Indonesia waktunya bisa dipercepat lagi, sebagaimana halnya upaya global saat ini,” tutup legislator dapil Kalimantan Selatan II itu. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT