10 May 2020, 17:13 WIB

Menaker dan Atase Tenaga Kerja Bahas Pelindungan Pekerja Migran


Despian Nurhidayat | Humaniora

MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) di negara-negara penempatan agar berperan aktif mengatasi penyebaran pandemi covid-19 khususnya di kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta mengantisipasi dampak yang terjadi akibat pandemi covid-19.

"Kami minta kepada para Atase Ketenagakerjaan untuk meningkatkan upaya pelindungan dan penanganan kasus PMI akibat wabah virus corona atau covid-19 di negara- negara penempatan, " ungkapnya saat melakukan video conference dengan para Atase Ketenagakerjaan dari 11 negara penempatan dilansir dari keterangan resmi, Minggu (10/5).

Berdasarkan laporan para 12 Atase Naker di 11 negara penempatan yaitu Burnei Darussalam, Hongkong, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Arab Saudi (Riyadh dan Jeddah), Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania, jumlah PMI yang terpapar covid-19 sebanyak 587 orang yang terdiri dari PMI yang positif terkena korona sebanyak 224 orang, jumlah PMI yang masuk karantina sebanyak 353 dan jumlah PMI yang meninggal dunia sebanyak 10 orang.

Rinciannya adalah jumlah PMI positif korona sebanyak 224 orang. Terbanyak PMI di Malaysia yakni sebanyak 108 WNI, disusul secara berurutan Uni Emirat Arab (40); Arab Saudi sebanyak 37 orang (22 orang di Riyadh dan 15 orang di Jeddah); Qatar (37); Kuwait (13); Singapura (5); Taiwan (2) dan Brunei Darussalam (1).

Baca juga : Sekjen PBB: Covid-19 Telah Memicu Tsunami Kebencian dan Xenofobia

Sedangkan jumlah PMI yang masuk karantina sebanyak 353 orang berada di empat negara. Terbanyak di Korea Selatan sebanyak 173 orang; dan diikuti secara berurutan Qatar (91); Arab Saudi (89); dan Kuwait (10). Jumlah PMI yang meninggal sebanyak 10 orang PMI di Jeddah,

Ida mengatakan perlu adanya pemantauan secara terus-menerus terhadap progress situasi dan kondisi dari pandemi wabah covid-19 ini, termasuk pemantauan oleh para Atnaker di negara penempatan. Pemantauan ini berguna juga untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dari luar negeri ke Indonesia.

“Para Atase Naker saya minta waspada 24 jam, hape jangan dimatikan, agar anak-anak kita bisa mengadu kapan pun. Ingat, orang sakit kan tidak kenal jam dan waktu. Jangan bosan memberi tahu anak-anak kita supaya 4 Jangan : Jangan mudik, Jangan lupa masker, Jangan kumpul-kumpul dan Jangan Lupa Cuci Tangan,” ujar Ida.

Dalam kesempatan ini, dia juga meminta Atnaker untuk menghimbau para Pekerja Migran Indonesia tidak mudik/pulang ke Indonesia sebagai dampak pandemi covid-19.

Himbauan ini merupakan langkah pemerintah, untuk mengendalikan arus mobilitas orang antar wilayah di dalam negeri serta mengendalikan mobilitas antar negara yang beresiko membawa imported cases (kasus infeksi virus korona yang penularannya terjadi di luar negeri).

“Titip pesan untuk anak-anakku para PMI, jika merasa sakit yang tidak biasa, segera lapor majikan dan atase. Kalau ada kesempatan melakukan rapid test yang disediakan pemerintah setempat, segera daftarkan diri. Kalau disuruh karantina, ya jangan bandel. Harus di rumah saja. Nanti kalau sudah sembuh baru bisa beraktivitas lagi," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT