10 May 2020, 16:48 WIB

Minta Kejelasan Kompetisi, Klub Desak PT LIB Gelar RUPS


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

KLUB-klub Liga 1 mendesak PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa untuk membahas kepastian kelanjutan kompetisi dan polemik di internal PT LIB.

Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Sumardji mengatakan mayoritas klub Liga 1 telah sepakat dan telah berkirim surat ke PT LIB yang ditembuskan ke PSSI untuk menggelar RUPS.

"Untuk masalah RUPS Luar Biasa ini, kami semua dari Liga 1 sudah sepakat dan sudah mengirim surat kepada PSSI serta PT LIB agar RUPS Luar Biasa bisa segera dilaksanakan," kata Sumardji, ketika dihubungi, Minggu (10/5).

"Rekan-rekan yang lain sudah menghendaki untuk ada RUPS Luar Biasa untuk membahas bagaimana nasib kelanjutan dari kompetisi," imbuhnya.

Dari surat dari 14 klub kepada PT LIB yang dihimpun Media Indonesia, mayoritas menyuarakan hal yang sama, yakni kepastian kelanjutan kompetisi dan pembayaran subsidi yang mandek.

Berdasarkan surat dari Bhayangkara FC, pihaknya meminta kejelasan kompetisi Liga 1 yang ditunda sejak pertengahan Maret imbas wabah korona atau covid-19. Lalu, pihak klub juga meminta realisasi pembayaran subsidi Liga 1 2020 tahap II.

Sebelumnya, PT LIB telah menyusun mekanisme pembayaran subsidi kepada klub sebesar Rp350 juta untuk klub Liga 1 dan Rp100 juta untuk klub Liga 2.

Namun, keinginan PT LIB ditolak oleh PSSI. Induk sepak bola Indonesia itu PT LIB menepati janji pembayaran subsidi yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Rp520 juta untuk Liga 1 dan Rp250 juta untuk Liga 2.

Lalu, Bhayangkara meminta penyelesaian kewajiban utang TV Rating tahun 2017 dan kucuran dana Elite Pro Academy 2018.

Kemudian, Bhayangkara juga meminta PT LIB menyusun rencana kerja jika kompetisi Liga 1 2020 diundur atau dihentikan.

Sementara itu, Bali United meminta PT LIB memberi kepastian mengenai kompetisi agar klub bisa merencakan langkah selanjutnya.

"Ini belum ada kepastian kompetisi sedangkan beban klub terus berjalan," ungkap Direktur Utama Bali United, Yabes Tanuri.

Beda halnya dengan 14 klub, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat Umuh Muchtar mengaku belum melayangkan surat kepada PT LIB. Ia mengatakan masih membahasnya bersama internal.

Baca juga :IBL Ditargetkan Lanjut September

"Saya akan bicarakan dulu dengan para pemegang saham. Saya belum bisa bicara apa-apa. Rapat dulu bicarakan bagaimana kita ambil sikap biar kita satu suara," kata Umuh.

Selain membahas soal kelanjutan kompetisi dan dana subsidi, pada RUPS luar biasa nanti akan membahas soal kisruh yang terjadi di internal PT LIB.

Tiga direksi PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyampaikan mosi tidak percaya atas kinerja Cucu Somantri sebagai Direktur Utama. Tiga direksi tersebut, yakni Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria melayangkan sepucuk surat yang ditembuskan kepada PSSI dan Dewan Komisaris PT LIB.

Ketiganya menilai Cucu kerap memonopoli kebijakan dan mengeluarkan keputusan sepihak terkait dengan jalannya perseroan.

Padahal, kata mereka, sebagaimana diatur oleh perundang-undangan di bidang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar Perseroan dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, harusnya dalam mengeluarkan keputusannya, Dirut berdiskusi dengan para direksi.

Di lain sisi, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan pihaknya telah menerima keinginan dari pihak klub. Ia mengatakan keinginan klub tersebut akan dibahas bersama komite eksekutif (exco) dan petinggi PSSI pada Selasa (12/5).

"Ya, sudah ada 14 klub yang menyurati PSSI terkait liga dan subsidi. Rencana ada rapat exco hari Selasa. Beberapa exco mengusulkan surat tersebut masuk dalam agenda rapat," ungkap Yunus. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT