10 May 2020, 14:20 WIB

Antisipasi Gelombang II Covid-19, Kota Seoul Tutup Klub dan Bar


Deri Dahuri | Internasional

PEMERINTAH Ibu Kota Korea Selatan (Korsel), Seoul, telah memerintahkan penutupan semua klub malam dan bar setelah kembali bertambah kasus baru virus korona atau Covid-19.

Penutupan klub-klub malam dan bar-bar di Kota Seoul sebagai langkah untuk mengantisipasi kedatangan gelombang kedua pandemi Covid-19.  

Sebagaimana diketahui bahwa Korsel adalah salah satu negara yang sukses melawan pandemi Covid-19. Bahkan kesuksesan 'Negeri Ginseng' dalam menekan pandemi Covid-19 tersebut telah menjadi contoh global.

Namun di tengah kesuksesan, Kota Seoul kembali menemukan klaster infeksi baru Covid-19 di Distrik Itaewon, salah distrik yang paling ramai saat malam tiba. Terkait adanya kasus baru,Wali Kota Seoul pun telah memerintahkan pada Sabtu (9/5) untuk menutup semua klub malam dan bar.     

Otoritas Seoul melaporkan ada lebih dari dua lusin orang positif terinfeksi Covid-19. Kasus baru tersebut diduga tertular dari pria berusia 29 tahun yang positif virus korona telah menghabiskan libur akhir pekannya dengan masuk ke lima klub malam dan bar di Distrik Itaewon.  

Otoritas kesehatan Korsel juga telah memperingatkan terjadi lonjakan kasus infeksi Covid-19. Sekitar 7.200 orang diperkirakan telah mengunjungi lima perusahaan yang teridentifikasi ada kasus positif Covid-19.

"Kecerobohan dapat menyebabkan ledakan infeksi (Covid-19)," kata Wali Kota Seoul Park Won-soon seraya menambahkan bahwa perintah penutupan klub malam dan bar tetap berlaku tanpa batas waktu.

Park juga meminta mereka yang mengunjungi klub dan bar itu untuk maju secara sukarela memeriksa diri apakah telah terinfeksi virus korona atau tidak.

Dari 18 kasus baru di Korsel yang dilaporkan pada Sabtu (9/5), 17 orang yang positif Covid-19 terkait erat dengan kluster di Distrik Itaewon. Hal tersebut dilaporakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel.

Lonjakan infeksi baru Covid-19 justru muncul saat kehidupan sehari-hari di Korsel perlahan-lahan mulai kembali normal seiring dengan pelonggaran lockdown yang dimulai pada Rabu (6/5) lalu. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT