10 May 2020, 14:08 WIB

11 PMI Positif Covid-19, Kemenhub: Masalah dari Negara Asal


Hilda Julaika | Ekonomi

SEKITAR 11 pekerja migran Indonesia (PMI) dinyatakan positif covid-19 saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, setelah melalui penerbangan repatriasi.

Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai prosedur penerapan penerbangan internasional, khususnya untuk repatriasi PMI.

Menanggapi persoalan itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto, mengatakan penerbangan untuk PMI harus memiliki Sertifikat Kesehatan (Health Certificate/HC) dari negara asal PMI bekerja.

Baca juga: Presiden Minta Waspadai Gelombang Kedua Covid-19

“PMI kan datang dari mana-mana. Dari Eropa, Amerika, Arab, dari seluruh dunia. Idealnya harus ada sertifikat HC dari negara masing-masing. Ini yang harusnya diverifikasi kan di negara asal. Kita tidak bisa mengurusi HC yang dikeluarkan negara lain,” ujar Novie saat dihubungi, Minggu (10/5).

Novie memperkirakan ada ratusan ribu PMI dari beberapa negara yang berpotensi melakukan penerbangan. Sejumlah PMI bekerja di kapal hingga restoran di berbagai negara. Menurutnya, masalah ini harus diperhatikan karena berpotensi menjadi importir virus.

Baca juga: Tetap Beroperasi saat Covid-19, AP II Lakukan Penghematan

Namun, Novie menekankan upaya ini tidak hanya dilakukan Kemenhub. Terlebih, penerbangan repatriasi berkaitan dengan otoritas imigrasi. Sehingga, membutuhkan koordinasi dari stakeholder lain, seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Iya kita tidak bisa bekerja sendirian, Kalau soal imigrasi ranah tugasnya di Kemenlu. Ya jadi perlu koordinasi di Kemenlu. Saya sih denger syaratnya harus seperti itu (ada HC),” jelas Novie.

Adapun 11 PMI yang terindikasi positif covid-19 langsung dirujuk ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT