10 May 2020, 13:15 WIB

Dinsos Jakpus Kerap Sulit Bantu ODP dan PDP yang Isolasi di Rumah


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin mengaku kesulitan mengetahui keberadaan warga yang mengisolasi diri di rumah karena mereka tidak melapor ke lurah. Warga tersebut merupakan pasien orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP).

"Kami jadi enggak tahu (ada berapa). Namun, jika ODP atau PDP sudah diisolasi di suatu tempat seperti GOR, sekolah dengan pengawasan tim medis, kami support makan siap saji bagi mereka," kata Ngapuli, Jakarta, Minggu (10/4).

Dinsos Jakpus, katanya, sudah memberikan bantuan ke warga ODP dan PDP yang menjalani isolasi mandiri sempat pada Maret dan April lalu. Namun, untuk Mei ini data terbaru warga yang mengisolasi diri belum didapat pihaknya.

"Perkara sekarang ada permintaan baru (pasien PDP dan ODP) datanya belum sampai ke kita. Misalnya di kelurahan Cideng, ada satu keluarga dengan 3 orang. Itu perlu bantuan warga sekitar dengan gotong royong beri makan. Bukan mengucilkan mereka," jelas Ngapuli.

Baca juga: Realisasi PMA DKI masih Tertinggi di Indonesia

Ngapuli menyebut kerap mendapat laporan, warga ODP dan PDP mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh warga sekitar karena takut tertular covid-19. Padahal katanya, belum tentu warga tersebut positif covid-19.

Namun, di satu sisi, Ngapuli berharap warga yang sedang mengisolasi juga proaktif mengabarkan keberadaannya ke lurah setempat. Hal ini untuk memudahkan pendataan Dinsos dalam pemberian bantuan.

"Kan memang pimpinan (Wali Kota) mengarahkan ada kesetiakawanan di lingkungan masyarakat. Jangan dikucilkan yang mereka ODP dan PDP. Kan belum tentu positif. Mereka dalam pemantauan saja, artinya dia selama 14 hari ada di rumah supaya tidak keluar, kan seperti itu," pungkas Ngapuli. (OL-14)

BERITA TERKAIT