10 May 2020, 11:35 WIB

PDP Positif Covid-19 Kabur dari Jakarta ke Banyumas


Lilik Darmawan | Nusantara

Seorang perempuan asal Desa Panembangan, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) ternyata kabur dari Jakarta. Ironisnya perempuan tersebut bertatus pasien dalam pengawasan (PDP) positif covid-19.

Status positif baru diketahui pada Sabtu (9/5), padahal pemudik tersebut sudah datang pada Rabu (6/5) dan melakukan kontak dengan pemudik lain yang dikarantina di GOR Satria Purwokerto.

Ternyata dia adalah PDP positif yang kabur dari Jakarta dan pulang ke desanya. Gugus tugas sudah melakukan karantina pada Rabu (6/5) saat dia pulang menumpang travel. Dia pulang berombongan dengan warga Panembangan. Pada saat karantina di GOR Satria selama tiga hari, dia telah kontak dengan beberapa orang," jelas Bupati Banyumas Achmad Husein.

Ketidakjujuran pemudik tersebut disesalkan oleh Achmad. "Pada saat screening dilaksanakan, yang bersangkutan tidak memberikan informasi  terkait statusnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas baru tahu statusnya setelah mendapatkan informasi dari Dinkes Provinsi Jateng dan Dinkes DKI Jakarta," lanjutnya.

Baca juga: Ada PNS dan Istri Pejabat dalam Undangan BST Kemensos

Oleh karena itu, Achmad meminta kepada seluruh pemudik untuk jujur, sehingga tidak merepotkan semuanya. "Sebab kalau tidak jujur maka akan membahayakan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Seperti kejadian ini, kami langsung melakukan tracking dan tracing kepada warga yang sempat kontak dengan yang bersangkutan," papar Achmad.

Kepala Dinkes Banyumas Sadiyanto mengungkapkan pemudik diketahui positif tersebut langsung dibawa ke RSUD Ajibarang untuk menjalani isolasi. "Kami segera bergerak untuk melakukan penelusuran terhadap warga yang pernah kontak dengan pemudik tersebut. Kami mendata setidaknya ada 10 orang yang sempat kontak. Segera kami akan melakukan rapid test. Mereka adalah warga Panembangan dan menjalani karantina bersama di GOR Satria Purwokerto," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT