10 May 2020, 10:20 WIB

Pasien Kasus 35 di Batam Meninggal Dunia Usai Bagi Sembako


Hendri Kremer | Nusantara

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Kepulauan Riau mengidentifikasi satu klaster baru penularan virus covid-19 yang terkait dengan pasien kasus 35, atau disebut dengan klaster DD Bengkong.

"Terkonfirmasi covid-19 pada kasus ini merupakan satu keluarga, istri dan dua anak laki-laki kasus 35. Jadi, tiga dari empat anggota keluarga pasien 35 dinyatakan positif covid-19. Tapi, seorang anak perempuannya dinyatakan negatif," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Batam Muhammad Rudi.

Istri dan dua anak pasien kasus 35 merupakan klaster terbaru yang masih dalam proses penyelidikan epidemiologi oleh Tim Surveilans dan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kota Batam.

Saat ini, semuanya sudah dirawat di ruang isolasi Paviliun Tun Sundari RSUD Embung Fatimah Kota Batam guna penanganan lebih lanjut.

Baca juga: 34 Persen Pasien Covid-19 di Jateng Sembuh

"Sejauh ini kondisi kesehatannya cukup stabil tanpa ada gangguan kesehatan yang berarti," kata Rudi.

Sementara itu, pasien kasus 35 sendiri telah meninggal. Namun sebelum meninggal, pasien diketahui melakukan salat tarawih berjamaah dan melakukan kegiatan bagi-bagi sembako di sekitar tempat
tinggalnya.

Sebanyak empat orang warga yang melakukan salat tarawih berjamaah bersama pasien kasus 35 dan hasil tes cepatnya reaktif menjalani karantina sejak 7 Mei. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan swab test dari otoritas kesehatan setempat.

Dengan penambahan tiga pasien baru, maka jumlah pasien positif covid-19 di Kota Batam menjadi 39 orang. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT