10 May 2020, 08:20 WIB

291 Orang Terjaring Razia PSBB di Sidoarjo


Heri Susetyo | Nusantara

Di masa akhir penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) gelombang pertama di Kabupaten Sidoarjo, angka pelanggaran jam malam masih tinggi. Terbukti sebanyak 291 orang terjaring dalam razia pada Minggu dini hari (10/5).

Rapid test langsung dilakukan pada 90 dari 291 orang. Ternyata ada tiga orang yang reaktif.

Razia jam malam PSBB di Kota Udang tersebut dilakukan petugas gabungan sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Petugas gabungan terdiri atas TNI, Polri, Satpol Pamong Praja, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Dari razia ini diketahui masih banyak warga keluyuran saat jam malam, seperti cangkrukan di warung kopi (warkop).

Baca juga: 70 Nasi Bungkus Bagi Warga Kelurahan Hegarmanah, Sumedang

"Dari yang terjaring dan dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk kemudian dilakukan rapid test secara acak sebanyak 90 orang. Hasilnya ada tiga orang berusia di atas 60 tahun yang reaktif Ketiganya merupakan satu kumpulan di sebuah warkop wilayah Sidoarjo Kota," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji.

Sumardji menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang tidak mematuhi peraturan pemberlakuan PSBB untuk pencegahan covid-19. Padahal kepatuhan masyarakat untuk tetap di rumah menjadi kunci keberhasilan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Untuk saat ini, mari tetap berada di rumah dan jangan keluar di malam hari bila tidak ada urusan mendesak, serta hindari kerumunan massa. Marilah patuhi peraturan ini agar mempercepat terputusnya mata rantai penyebaran covid-19 di wilayah kita," kata Sumardji.

Warga yang hasil rapid test-nya reaktif akan menjalani isolasi dan swab test. "Mereka yang hasil swab-nya positif akan dirawat di rumah sakit rujukan," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT