10 May 2020, 08:30 WIB

Badut Syariah tak Tersurut oleh Wabah


FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI | Ramadan

TAKDIR manusia memang rahasia Sang Pencipta. Begitu misteriusnya jalan hidup itu. Banyak yang hanya berpasrah, ataupun kalah di tengah jalan.

Namun, tidak demikian dengan Yahya Edward Hendrawan, 38. Sejak 2010, ia memantapkan diri menjadi badut syariah sebagai jalan berdakwah dengan cara yang menghibur.

Meski sempat dicemooh karena mengajar ngaji dengan berkostum badut, Yahya yakin bahwa menghibur ialah salah satu bentuk ibadah. Apalagi tujuannya agar anak-anak senang dan bersemangat belajar mengaji.

“Menghibur dan mengajar kan bagian dari iman juga, ya,” ujar Yahya yang mengajar ngaji tanpa memungut bayaran. Kini di tengah pandemi, ujian takdirnya bukan lagi cibiran, melainkan kehilangan penghasilan. Yahya yang juga menghidupi diri sebagai badut tak lagi mendapat order sejak wabah merebak.

Tidak ingin menyerah, ayah dua anak yang ogah berutang ini melakoni beragam usaha demi menghidupi keluarga, termasuk berjualan kentang juga kue untuk berbuka puasa.

Perjalanan hidupnya sebagai badut dimulai setelah berhenti dari pekerjaan kurir dan petugas kebersihan di salah satu bank. Yahya kemudian bergabung dengan komunitas Aku Badut Indonesia (ABI). Pria yang juga berguru ke Ustaz Abi Sudirman di Pesantren Yayasan Darussalam An Nur ini lalu mendapat ide untuk menggabungkan profesinya sebagai badut dengan tekadnya sebagai guru mengaji.

“Insya Allah keinginan saya seperti ini sampai akhir hayat. Kalau bisa, jangan pudar niatannya dan bisa mengajar dengan metode-metode baru lagi. Saya ikhlaskan, lillahi ta’ala, buat tabungan di akhirat nanti,” tuturnya.

Adanya aturan physical distancing sekarang ini membuat Yahya harus kreatif dalam mengajar. Maka, ia pun memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengajar. Tak ketinggalan, Mirza, sang anak yang berusia 4 tahun sebagai bacil (badut cilik).

Di akun Instagram @yahyabadu, aksi bapak dan anak itu pun bisa disaksikan masyarakat luas. Ia berharap sang anak nantinya juga bisa mengikuti jalan untuk berdakwah dengan beragam cara. (M-1)

BERITA TERKAIT