10 May 2020, 06:20 WIB

Penyekatan Jalan Terus Berlangsung


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya (PMJ) mencatat sudah lebih dari 15 ribu kendaraan yang ditindak terkait larangan mudik Lebaran 2020. Belasan ribu kendaraan itu diminta untuk berbalik arah saat hendak keluar Jabodetabek.

“Sampai saat ini sudah ada 15.044 kendaraan yang diminta putar balik oleh petugas,” kata Direktur Lalu Lintas PMJ Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, kemarin.

Angka itu merupakan akumulasi pelanggar yang tercatat sejak pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020 pada Jumat (24/4) hingga Jumat (8/5).

Berdasarkan data Ditlantas PMJ, pelanggaran didominasi terjadi di jalur arteri dengan total 6.301 kendaraan. Sementara itu, di Gerbang Tol Cikarang Barat, total jumlah pelanggar yang ditindak sebesar 5.020 kendaraan, sedangkan di Gerbang Tol Bitung yang mengarah ke Merak mencapai 3.723.

Menurut Sambodo, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020, ia mendirikan 18 pos pemantauan terpadu. Dua pos diletakkan di Cikarang Barat dan Bitung. Sisanya tersebar di jalur arteri perbatasan.

Pihak kepolisian menyekat jalan dan memeriksa kendaraan. Bagi kendaraan yang kedapatan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek untuk mudik, petugas di lapangan akan meminta mereka untuk memutarbalik kendaraan.

Untuk kendaraan pelanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta ada 49.918 yang terjaring.

Sementara itu, di Pos Pantau Prambanan di perbatasan Klaten, Jawa Tengah, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, puluhan petugas memeriksa seluruh kendaraan yang melintas.

Kepala Pos Pengamanan Operasi Ketupat Prambanan Ipda Panut Haryono mengatakan mobil pribadi dari luar daerah yang melintas di perbatasan diperiksa. Mereka memastikan tidak ada pemudik yang melintas.

Perbatasan negara

Satgas Garda Lintas Batas Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap 19 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kembali dari Malaysia melalui jalur tikus atau ilegal.

Mereka kucing-kucingan dengan aparat di hutan bakau di Batam, Kepulauan Riau, setelah sebelumnya diketahui masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan perahu bermesin.

Para TKI yang tertangkap itu langsung dites cepat. “Hasil rapid test untuk 19 TKI ini semuanya nonreaktif atau negatif,” urai keterangan resmi Bakamla, kemarin.

Satgas Bakamla lalu menyerahkan 19 TKI yang ditangkap itu ke Koordinator Karantina Rusunawa Tanjung Uncang, Batam.

Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia mengatakan satgas ini bekerja sama dengan seluruh unsur, termasuk dengan pihak Malaysia agar pergerakan manusia bisa diawasi.

Presiden Joko Widodo pun kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak mudik di tengah pandemi covid-19. Pesan itu ia sampaikan melalui akun media sosial, Sabtu (9/5).

“Itu untuk melindungi keluarga di kampung. Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19. Kita tidak mudik karena kita sayang kepada keluarga,” kata Presiden. (Cah/Pra/JS/J-1)

BERITA TERKAIT