10 May 2020, 06:05 WIB

Perlu Antisipasi Kepulangan Buruh Migran


Hym,Wan/Pra/X-7 | Politik dan Hukum

DI tengah situasi pandemi global covid-19 saat ini, sebanyak 34.300 pekerja migran diperkirakan kembali ke Tanah Air antara Mei dan Juni. Mereka kembali karena kontrak kerja habis dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Untuk itu Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan sejumlah tindakan antisipasi dan memberikan pelindungan bagi setiap pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarga mereka.

“Bagi kami, PMI ialah warga negara VVIP dan BP2MI ialah pekerja sesungguhnya bagi mereka,” ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Ia mengungkapkan sejauh ini BP2MI telah memfasilitasi kepulangan 126.742 PMI ke Tanah Air, baik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara. Dari jumlah itu, sebanyak 33.434 orang memilih pulang secara mandiri, 17.884 difasilitasi oleh BP2MI, dan 75.424 PMI dalam penanganan gugus tugas nasional.

Di sisi lain, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyatakan tidak setuju dengan keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang mengizinkan operasional berbagai moda transportasi untuk mengangkut penumpang dari dan ke berbagai daerah.

“Izin operasional yang berlaku mulai 7 Mei 2020 untuk seluruh moda transportasi itu sudah pasti berpotensi memperbesar penularan covid-19,” katanya dalam keterangan resminya.

Sehari setelah Menhub mengeluarkan izin operasi moda transportasi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai membludak dengan
keberadaan penumpang dari luar negeri. Pihak bandara bahkan melaporkan terdapat 11 penumpang positif covid-19. Penumpang tersebut merupakan anak buah kapal (ABK) pesiar Italia yang menaiki pesawat sewa maskapai asal Italia, Neos.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan, per 9 Mei 2020, terdapat 113 pasien sembuh sehingga total jumlah kasus yang dinyatakan pulih mencapai 2.607 orang.

“Di sisi lain, ditemukan 533 kasus baru sehingga total pasien yang terjangkit menjadi 13.645 orang, sedangkan angka kematian tercatat 959 kasus,” jelasnya. (Hym,Wan/Pra/X-7)

BERITA TERKAIT