10 May 2020, 05:20 WIB

Solidaritas Atasi Covid-19 Perlu Konsolidasi


Pro/N-3 | Politik dan Hukum

SOLIDARITAS antarwarga dan gotong royong dianggap sebagai modal besar bangsa Indonesia dalam menghadapi masa krisis akibat pandemi virus korona baru (covid-19).

Namun, hingga kini, mayoritas bentuk solidaritas tersebut masih bersifat spontan, dari pemberian bantuan bagi masyarakat, tenaga medis, hingga upaya sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19.

Terkait dengan hal itu, Ketua Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), Jibriel Avessina, mengatakan pemerintah perlu mendapat kepercayaan publik dalam menghadapi pandemi covid-19. Salah satunya, dilakukan dengan transparansi data.

Selain itu, perlu diberdayakan solidaritas rakyat melalui gotong royong, yang sebelumnya bergerak secara spontan dan sukarela, menjadi terorganisasi di bawah kepemimpin­an kolaboratif yang melibatkan segenap pemangku kepentingan.

“Solidaritas sosial di masyarakat sangat banyak dan masif, tapi sayangnya masih spontan dan belum terarah dengan baik. Harus lebih tersusun, ada desainnya agar bisa terarah dan terencana. Pemerintah bisa membantu membuat desainnya. Harus ada konsolidasi untuk memaksimalkan potensi yang ada,” ujar Jibriel dalam diskusi virtual berjudul Kertas Kerja Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia: Rekomendasi Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19 di Indonesia, kemarin.

Menurutnya, kombinasi solidaritas sosial dan kepemimpin­an kolaboratif perlu hadir untuk menangani pandemi covid-19. Dengan begitu, segala bentuk bantuan yang diberikan dari berbagai pihak, baik individu maupun perusahaan, dapat lebih terarah dan tepat sasaran.

Terpisah, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meng­ajak masyarakat berdamai dengan virus korona. Hal ini sebagai salah satu bentuk antisipasi dalam mengatasi pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga kini.

“Sampai saat ini belum ada vaksin ditemukan. Masyarakat harus berdamai dengan kondisi saat ini dengan meng­ikuti protokol kesehatan, yakni membiasakan diri menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak 2 meter, mengurangi aktivitas luar rumah, dan melakukan kegiatan di rumah saja,” kata Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo. (Pro/N-3)

BERITA TERKAIT