10 May 2020, 01:05 WIB

Tidak ada Pelonggaran PSBB di Makassar


Lina Herlina | Nusantara

PEMERINTAH Kota Makassar, Sulawesi Selatan menegaskan tidak ada pelonggaran aturan dalam pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua yang berlangsung 8-22 Mei mendatang. Semua sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 22 Tahun 2020 tentang PSBB.

Hal itu ditegaskan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali. Dijelaskan, salah satu yang diatur dalam Perwali tersebut adalah pembatasan penggunaan transportasi untuk pergerakan orang dan barang. Meski demikian kata Ismail tetap ada pengecualian untuk pergerakan orang atau barang, yaitu untuk pemenuhan kbutuhan pokok dan kegiatan yang diperbolehkan selama PSBB.

"Yang dimaksud dikecualikan dari penghentian sementara kegiatan pergerakan orang sebagaimana dimaksud yaitu untuk kendaraan bermotor pribadi, serta angkutan umum," sebut Ismail.

Untuk anggkutan umum, sopir dan penumpang harus menggunakan masker, serta jumlah orang dalam maksimal 50 persen, dan suhu badan maksimal 38 derajat celcius. Demikian pula pengendara motor yang dilarang berboncengan, serta harus menggunakan gunakan masker dan sarung tangan.

"Itu juga berlaku untuk angkutan berbasis aplikasi. Termasuk angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum, seperti kapal penyeberangan air antarpulau, juga diwajibkan untuk mengikuti ketentuan membatasi jumlah orang maksimal 50 persen dan ada jam operasional," seru Ismail, Sabtu (9/5).

Angkutan kota (angkot) atau yang di Makassar dikenal dengan nama pete-pete sudah memberlakukan tersebut. Hal itu diceritakan seorang warga Kelurahan Bontoduri, Makassar bernama Nawar, 60.

"Seorang Sopir pete-pete mengatakan jika hanya bisa mengangkut lima penumpang dari yang biasanya dia bisa mengangkut 10 orang sekali jalan," cerita Nawar. (R-1)

 

BERITA TERKAIT