09 May 2020, 22:57 WIB

Ajudan Wagub Sumut kembali Terinfeksi Korona


Yoseph Pencawan | Nusantara

AJUDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, Ori Kurniawan dinyatakan terinfeksi Covid-19 meski sebelumnya ia pernah sembuh total dari penyakit yang menyerang sistem pernafasan tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan mengatakan pihaknya telah menerima konfirmasi bahwa Ori Kurniawan kembali terinfeksi Covid-19.

"Ini merupakan kasus ketiga di Indonesia setelah kasus Blitar dan mantan Putri Pariwisata Indonesia 2008 Albertina Fransisca Mailoa," ujarnya, Sabtu(9/5).

Whiko belum dapat memastikan bagaimana hal itu bisa terjadi. Namun dia memprediksi setelah sempat sembuh, tubuh Ori kemungkinan tidak membentuk antibody spesifik sehingga peluang dirinya kembali terinfeksi tetap tinggi.

Ori Kurniawan melaksanakan karantina mandiri setelah dinyatakan sembuh pada 6 April 2020. Namun dua minggu kemudian hasil tes swab yang dijalaninya menyimpulkan ia kembali positif Covid-19.

Walau begitu, Ori tidak mengalami gejala-gejala serius seperti saat dia terinfeksi pertama kali. Kali ini ia hanya merasa sakit flu selama tiga hari sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah mengungkapkan, pasien positif korona yang sudah sembuh bisa saja kembali terinfeksi dan dinyatakan positif, atau yang disebut juga dengan reinfeksi atau reaktivasi.

"Meskipun memang kejadiannya sangat jarang, tetapi ada beberapa kemungkinan penyebab reinfeksi," kata dia.

Kemungkinan pertama, jelas Aris, itu terjadi karena hasil negatif tes swab yang berasal dari pengambilan spesimen sampel lendir yang kurang cukup, atau hasil positif yang berasal dari spesimen yang mengandung virus tidak aktif.


Kemungkinan kedua, lanjutnya, virus yang masih tersisa dalam pasien sembuh, aktif kembali. Hal ini bisa terjadi karena pertahanan tubuh pasien yang masih lemah sehingga virus bisa memperbanyak diri kembali.


Bila ini terjadi, biasanya gejala yang ditimbulkan jauh lebih ringan dan transmisi orang ke orang, kecil kemungkinan terjadi. Dan kemungkinan terakhir, reinfeksi juga bisa terjadi karena kemungkinan pasien sembuh terpapar virus dengan tipe lain.

Berdasarkan penelitian, saat ini diketahui terdapat tiga tipe virus SARS-CoV-2 yang menyerang dunia. Ada kemungkinan memori kekebalan tidak berjalan pada pasien yang sembuh dari virus pertama karena sistem imun tidak mampu mengenal tipe virus yang baru. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT