09 May 2020, 22:35 WIB

Rapid Test Korona, 57 Karyawan Indogrosir Sleman Reaktif


Agus Utantoro | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Sleman menegaskan tidak akan secara gegabah  mengajukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski di  daerah ini telah terjadi transmisi lokal penyebaran virus korona atau covid-19.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengemukakan untuk mengajukan PSBB, harus diawali dengan kajian yang mendalam.  

"Baru kemudian hasil kajian bersama pihak-pihak terkait tersebut  kemudian dilaporkan kepada Gubernur DIY," katanya, Sabtu (9/5).

Pemkab Sleman saat ini juga masih menunggu hasil swab terhadap 60 karyawan Indogrosir Mlati, di Jalan Yogyakarta-Magelang, Sleman yang menunjukkan hasil reaktif saat tes cepat virus korona.

Baca juga: Pengunjung Indogrosir Periode 24 Apri-5 Mei Wajib Rapid Test

Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman terus melacak mereka-mereka yang diperkirakan memiliki keterkaitan atau kontak dengan orang-orang yang positif covid-19.

Pemkab Sleman, jelasnya, juga tidak tinggal diam saat transmisi lokal virus covid-19 ditemukan di Sleman melalui jaringan Jamaah Tabligh pada April.

"Kami terus melacak anggota Jamaah Tabligh untuk menjalani rapid test," katanya.

Baca juga: Karyawan Terinfeksi Covid-19, Pemkab Sleman Tutup Indogrosir

Ditambahkan dari 410 anggota Jamaah Tabligh yang mengikuti rapid test menunjukkan empat orang warga negara asing (WNA) asal India dan empat orang warga positif covid-19.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, jumlah kasus DIY sudah mencapai 143 terkonfirmasi positif. "Terjadi peningkatan jumlah kasus baru yang cukup tinggi pada 7  Mei, sebanyak 15 kasus. Peningkatan tersebut merupakan peningkatan yang sudah diantisipasi, mengingat semakin meningkatnya kapasitas diagnosa covid 19 di DIY," katanya.

Ia menjelaskan, klaster besar terbaru adalah klaster Supermarket Indogrosir. Klaster ini, katanya, dimulai dengan satu kasus terkonfirmasi yang merupakan karyawan supermarket tersebut pada 24 April.

Hasil Investigasi kontak erat pertama didapatkan ada 10 kontak erat dengan kasus pertama dan hasil rapid test menemukan 5 kontak erat tersebut reaktif terhadap rapid test.

Skrining lanjutan dilakukan dan data sampai dengan 7 Mei , Dinas Kabupaten Sleman telah melakukan rapid tes sebanyak 338 kepada karyawan Indogrosir dengan 57 di antara mereka reaktif (16,8%).  

"Skrining akan dilanjutkan kepada masyarakat yang berkunjung pada periode 25 April-4 Mei," katanya.

Dengan adanya klaster besar ke empat tersebut, menunjukkan indikasi adanya penularan lokal yang sudah meluas. "Dengan semakin meluasnya penularan di komunitas, masyarakat diimbau agar selalu waspada terhadap potensi penularan dengan melakukan social distancing secara konsisten," katanya. (X-15)
 

BERITA TERKAIT