09 May 2020, 20:31 WIB

Lebih 34 Ribu Pekerja Migran RI bakal Tiba pada Mei-Juni


Yona Hukmana | Ekonomi

DIPERKIRAKAN ada puluhan ribu pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan pulang ke Tanah Air dalam kurun Mei-Juni. Ribuan PMI itu pulang karena kontrak kerja berakhir.

"Totalnya nanti kurang lebih 34.300. Ini yang harus kita waspadai," kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Jakarta, Sabtu (9/5).

Baca juga: Pekerja Migran Indonesia Jangan Dicap Sebagai Pembawa Virus

Benny mengatakan, BP2MI siap untuk menjemput ribuan PMI tersebut. Penanganan kepulangan ribuan PMI itu dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona (covid-19).

"Kita sudah melipatgandakan petugas di lapangan, dari 75 dalam kondisi normal, menjadi 150 petugas yang kita tempatkan di setiap titik embarkasi," ujar Benny.

Baca juga: Menganggur, 3,3 Juta Pekerja Migran di Malaysia Mau Pulang

Presiden Joko Widodo pernah mengingatkan untuk mengantisipasi kepulangan ribuan PMI tersebut. Presiden tidak ingin terjadi gelombang kedua penyebaran virus korona di tengah kembalinya ribuan PMI itu.

Baca juga: 181 ABK Splendor Tiba Di Bali Langsung Dikarantina

Benny memastikan penanganan kedatangan PMI tersebut sudah dipersiapkan. Pertama-tama, PMI harus melalui kantor kesehatan pelabuhan (KKP). Pekerja migran tersebut nantinya terlebih dahulu melakukan pengecekan kesehatan dengan rapid test virus korona.

Jika dinyatakan positif, mereka dibawa oleh tim gugus tugas penanganan virus korona ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat.

Sementara PMI yang dinyatakan negatif akan melalui tahap pemeriksaan di imigrasi. "Setelah lulus imigrasi, BP2MI yang menangani mereka," imbuhnya.

Setelah mengurus surat-surat di BP2MI, pekerja migran itu diperbolehkan pulang ke kampung halaman. Namun, BP2MI tidak lepas tangan.

Benny menjelaskan, BP2MI terus memantau pergerakan PMI tersebut dengan berkoordinasi bersama pemerintah deerah setempat. "Kita sarankan mereka untuk isolasi mandiri selama 14 hari, kemudian kesehatan mereka juga kita pantau dan kita berikan nomor hotline agar bisa melaporkan perkembangan kesehatan mereka," kata Benny.

Untuk memantau pergerakan kepulangan pekerja migran itu, BP2MI membentuk media center. Media center itu akan memperbarui data kepulangan PMI setiap hari. Kemudian, BP2MI juga membentuk krisis center yang bisa melayani pengaduan 24 jam. (X-15)

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT