09 May 2020, 18:05 WIB

Presiden: Tunda Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak mudik di tengah pandemi korona. Pesan tersebut ia sampaikan melalui akun media sosial, Sabtu (9/5)

Biasanya, pada masa-masa sekarang atau H-14 Hari Raya Idul Fitri, di tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar orang sudah mulai sibuk mempersiapkan mudik.

Namun, kondisi saat ini berbeda. Penyebaran virus korona memaksa masyarakat harus tetap menjaga jarak bahkan dengan keluarga.

“Hari-hari ini, pada tahun-tahun yang lampau, biasanya kita sedang menanti-nanti saat untuk mudik Lebaran, ke kampung halaman untuk bertemu orang tua, kerabat, dan handai taulan. Tapi dunia tengah dicengkeram pandemi covid-19,” pesan Jokowi.

Untuk sekarang, demi mencegah meluasnya penyebaran penyakit menular mematikan itu, menahan diri untuk tidak mudik adalah hal yang paling bijaksana yang bisa dilakukan.

"Itu untuk melindungi keluarga di kampung. Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran dalam memutus rantai penyebaran virus covid-19. Kita tidak mudik karena kita sayang kepada keluarga,” lanjut presiden.

Sejalan dengan arahan Jokowi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo juga menyampaikan secara tegas kepada publik untuk tidak mudik. Arahan tersebut disampaikan di Media Center Gugus Tugas Nasional pada Rabu lalu (6/5).

Kebijakan terkait larangan mudik itu dilatarbelakangi beberapa pertimbangan seperti memutus mata rantai penularan dengan pemberlakukan protokol kesehatan yang ketat, meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar, dan efektivitas pelaksanaan kegiatan transportasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan nasional selama darurat bencana covid-19. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT