09 May 2020, 16:30 WIB

Tekan Harga, Disperindag Jateng Gandeng IGN Operasi Pasar di Solo


Raja Suhud | Ekonomi

Memasuki Ramadhan hari ke-16, Satgas Pangan Jawa Tengah-Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Disperindag Jawa Tengah bersama PT. Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring Kendal kembali menggelar Operasi Pasar (OP) gula di Solo (8/05).

Operasi Pasar digelar pada dua titik sekaligus, yaitu Pasar Gede dan Pasar Nusukan. 

Sebelumnya, sejak awal Ramadhan, Satgas Pangan Jawa Tengah- Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Disperindag Jawa Tengah bersama PT. Industri Gula Nusantara Cepiring Kendal secara beruntun telah sukses menggelar OP pada beberapa daerah di Jawa Tengah, antara lain  Pasar Gede Solo, Temanggung, Kabupaten Kendal, Pasar Suruh Kabupaten Semarang dan Pasar Bintoro Demak. 

Dampak positif OP yang digelar secara terus-menerus itu,  di Jawa Tengah harga gula telah menunjukan trend penurunan. Padahal beberapa pekan sebelumnya sempat tembus Rp 19.000 per kilogram. Saat ini, di beberapa pasar tradisional di Jawa Tengah harga gula bahkan sudah ada yang menyentuh Rp 16.000 per kilogram. 

Digelarnya kembali Operasi Pasar di Solo dalam rangka upaya mengatasi kelangkaan gula sekaligus untuk menekan harga gula yang melambung di masyarakat, dimana dalam kedua aspek tersebut kota Solo dipandang masih perlu dilakukan operasi pasar lagi. 

Dalam operasi pasar di Pasar Gede dan Pasar Nusukan gula dijual ke masyarakat dengan harga Rp. 12.500 per kilogram dan setiap pembelian dibatasi maksimal dua kilogram. 

"Kami dari produsen mencoba untuk membantu pemerintah menekan harga gula dengan cara langsung memutus jalur distribusi. Jadi dari  produsen masuk langsung ke  konsumen, ke pasar-pasar",  kata Burhan, Direksi PT Industri Gula Nusantara, Sabtu (9/5).

Kepala Disperindag Provinsi Jateng Muhammad Arif Sambodo yang turut dalam kegiatan ini mengatakan bahwa operasi pasar gula yang dilakukan oleh Satgas Pangan, Disperindag Jateng bersama PT Industri Gula Nusantara yang telah, sedang dan akan dilakukan sampai akhir Ramadhan di beberapa daerah diharapkan makin mempercepat penurunan harga gula, sehingga dapat mengurangi beban masyarakat Jawa Tengah 


Sementara Kepala Dinas Perdagangan Solo yang juga hadir dalam kegiatan ini, Heru Sunardi  mengutarakan bahwa pasar murah yang dilakukan di Solo sebanyak dua kali selama bulan Ramadhan ini sangat membantu warga Solo yaitu mengatasi kelangkaan gula dan menekan harga gula.

Adanya operasi pasar ini membuat warga sangat bahagia dan bersyukur. Salah satunya warga Banjarsari, Solo, Siti Marfu’ah (47) mengatakan, operasi pasar yang digelar cukup membantu karena harganya cukup murah Rp. 12.500 per kilogram. Padahal harga gula dipasaran saat ini terpaut cukup tinggi. “Ini beli dua kilogram saja harganya Cuma Rp. 25 ribu sedangkan di warung-warung harga gula mencapai Rp. 17.000 per kilogram” kata Siti. 

Masyarakat solo sangat antusias mengikuti operasi pasar, antrian terlihat memanjang. Meski demikian, protocol physical distancing untuk mencegah penyebaran covid-19 tetap ditegakan. Saat mengantre untuk membeli gula, mereka diwajibkan menjaga jarak, memakai masker dan diminta menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan petugas. Sejumlah personil dari Polda Jateng dilibatkan agar operasi pasar berjalan sesuai arahan Pemerintah. (RO/E-1)
 

BERITA TERKAIT