09 May 2020, 17:05 WIB

Renovasi Sarinah dan Upaya Perwujudan Perdagangan Ritel Indonesia


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

RENOVASI Gedung Sarinah bukan hanya sekedar pembaruan dan penyegaran namun juga sebuah perwujudan sejarah perdagangan ritel Indonesia yang lahir dari cita-cita luhur para pendiri bangsa ini.

"Transformasi Sarinah pada intinya adalah kembali ke khitahnya dengan tetap menjaga keutuhan warisan para pendiri bangsa namun dengan kemasan dan eksistensi kekinian dan yang menjanjikan pertumbuhan usaha berkelanjutan dimasa depan," kata Corporate Secretary PT. Sarinah (Persero) Haslinda Triekasari  dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5).

Menurutnya filosofi Soekarno sangat mendalam, yakni “Sarinah telah mengajari saya, mendidik saya untuk mengerti bahwa segala sesuatu di negeri ini tergantung rakyat kecil.”

Sarinah sebagai department store modern pertama Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, didirikan pada 1962 dan beroperasi sejak  1966. Nama Sarinah diabadikan dari nama pengasuh setia proklamator RI Bung Karno yang memiliki bakat menyulam dan mewakili berjuta rakyat Indonesia yang terampil dalam home industri kreatif.

Pendirian Gedung Sarinah sebagai Retail Store Modern pertama tersebut, dilandasi atas semangat kebangsaan dan kepedulian Bung Karno terhadap home industry. Pembangunan yang terletak di pusat kota Jakarta, bersamaan waktunya dengan pembangunan Gedung Gelora Bung Karno (GBK), Semanggi, Monas dan Mahakarya lainnya, merupakan proyek mercusuar yang manfaatnya terus dirasakan hingga kini meskipun Bung Karno telah tiada.

Sebelumnya  Menteri BUMN Erick Thohir, menyampaikan banyak hal yang harus dibenahi oleh Sarinah. Pembaharuan perlu dilakukan untuk dapat tetap bersaing dengan tidak meninggalkan nilai sejarah dari Sarinah itu sendiri.

“Sarinah sebuah project yang diciptakan Pak Soekarno yang luar biasa. Sarinah hari ini harus ada Sarinah ke depan. Karena itu Pak Jokowi sendiri bersama saya mendiskusikan bagaimana supaya konsep ritel ini lebih friendly kepada Indonesia, artinya keberpihakan pada merek lokal dan hasil ukm yang dikuratorkan," ujar Erick Thohir.

Di sisi lain, menurut Haslinda gedung yang telah berusia lebih dari setengah abad ini memang sudah saatnya direnovasi untuk menjaga kekokohan struktur dengan mempertimbangkan Golden Rule terkait dengan Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup. Rencana renovasi sudah lama dicanangkan namun baru saat ini mulai digulirkan.

Jadwal renovasi yang rencananya akan mulai bulan Juni 2020. Namun karena belum redanya wabah Covid-19 maka pekerjaan renovasi dimulai dengan pekerjaan design, arsitektur, pemetaan, audit teknis dan lain-lain yang tidak menimbulkan kerumuman.  Kemudian baru dilanjutkan dengan konstruksi fisik. (E-1)

BERITA TERKAIT