09 May 2020, 15:12 WIB

Menag Minta RS, Puskesmas dan Klinik Kerja Cepat Beri Surat Sehat


Ihfa Firdausya | Humaniora

MENTERI Agama Fachrul Razi menyambut baik ketentuan Surat Edaran Gugus Tugas Nasional Covid-19 perihal pememberian izin melakukan perjalanan bagi masyarakat dengan alasan keluarga dekat yang sakit keras atau meninggal. Dalam surat edaran tersebut, orang yang akan bepergian diharuskan mendapat Surat Keterangan Sehat dari dokter Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik.

Artinya, sebelum pergi, mereka harus melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Menag, selain memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan karena alasan yang memang seharusnya, faktor kesehatan juga tetap menjadi perhatian.

Hal ini, katanya, sejalan dengan imbauan agar masyarakat tidak mudik jika sayang dengan orang tua dan keluarga. Sebab, sangat dimungkinkan pemudik akan membawa virus dari kota dan menyebarkannya di kampung.

“Adanya syarat pemeriksaan kesehatan sangat bagus. Pada satu sisi memberi kesempatan orang dengan keperluan mendesak untuk melakukan perjalanan, pada sisi lain ada kepastian bahwa mereka juga tidak membawa virus ke tempat tujuan,” ujar Menag melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (9/5).

“Menag berharap Rumah Sakit atau Puskesmas atau Klinik dapat bekerja cepat sehingga kepulangan mereka tidak terlambat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Menag juga memberi dukungan atas pemberlakuan kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan covid-19. Kebijakan ini tertuang dalam SE No.04/2020.

Menag menilai kebijakan tersebut berorientasi pada kemaslahatan agar hajat hidup masyarakat tetap terbuka sehingga keamanan dan kesejahteraan tetap terpelihara dalam proses penanganan covid-19.

"Mudik tetap dilarang, namun hak-hak masyarakat yang sangat mendesak tetap terjaga, dengan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT