09 May 2020, 13:56 WIB

Sekjen PBB: Covid-19 Telah Memicu Tsunami Kebencian dan Xenofobia


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres, Jumat (8/5), menyerukan ‘upaya habis-habisan’ untuk mengakhiri apa yang ia sebut sebagai ‘tsunami kebencian dan xenofobia’ yang dipicu oleh pandemi virus korona jenis baru (covid-19), tanpa menyebut nama negara-negara tertentu.

"Pandemi terus menumpahkan tsunami kebencian dan xenofobia, kambing hitam, dan keresahan," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

“Sentimen antiasing telah meningkat secara daring dan di jalanan. Teori konspirasi anti-Semit telah menyebar dan serangan antimuslim terkait covid-19 telah terjadi,” imbuhnya.

Menurut Guterres, para migran dan pengungsi telah difitnah sebagai sumber virus--dan kemudian ditolak akses ke perawatan medis.

Sementara itu, meme jahat bermunculan yang menyerang kalangan tertentu di tengah masyarakat.

Misalnya beragam meme penghinaan terhadap kaum lansia yang menunjukkan orang-orang tua--yang dianggap sebagai kelompok paling rentan terhadap virus korona--bisa dibuang.

Selain itu, kata Guterres, “Jurnalis, pelapor, profesional kesehatan, pekerja bantuan, dan pembela hak asasi manusia menjadi sasaran hanya karena melakukan pekerjaan mereka.”

Sekjen PBB mengimbau upaya habis-habisan untuk mengakhiri ujaran kebencian secara global. Ia mengajak lembaga-lembaga pendidikan untuk membantu mengajarkan ‘literasi digital’ kepada kaum muda.

Guterres juga menyerukan media, terutama perusahaan media sosial, untuk berbuat lebih banyak untuk menandai dan menghapus konten-konten rasis, misoginis, dan yang berbahaya lainnya. (AFP/OL-4)

BERITA TERKAIT