09 May 2020, 13:10 WIB

Petani Lebih Senang Jual Gabah Ke Tengkulak


Tjondro Resmiati | Nusantara

PARA petani di Desa Cikeruh dan Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat melakukan panen raya sejak tiga hari lalu, atau Kamis (7/5). Nanang, 60 petani dari Desa Cikeruh mengungkapkan pada panen kali ini, ia tidak menjual gabah ke koperasi. Ia memilih menjual gabahnya ke tengulak meski harganya turun.

"Harga jual gabah turun dari semula Rp750 ribu per kwintal kini menjadi Rp500-650 ribu per kwintal di tingkat petani yang dijual ke tengkulak," kata Nanang kepada Media Indonesia, Sabtu (9/5).

Alasannya dia malas menjual ke koperasi karena ia harus membawa gabahnya ke koperasi, sedangkan tengkulak saat membeli gabah petani langsung mendatangi lokasi persawahan sehingga petani tidak repot. Apalagi tidak semua petani memiliki kendaraan. 

"Kalau pakai tengkulak mah dijemput ke sini gabahnya jadi gak repot saya," ucap Nanang 

baca juga: Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari Denpasar Diatur Jaraknya

Turunnya harga gabah juga berpengaruh pada harga jual beras di Pasar Resik Jatinangor. Saat ini harga jual beras di Jatinangor turun Rp500 sampai Rp1000. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT