09 May 2020, 12:45 WIB

Warga Slovenia Gelar Protes Aturan Lockdown


Basuki Eka Purnama | Internasional

RIBUAN warga Slovenia, Jumat (8/5), turun ke jalan di Ibu Kota Ljubljana menuding pemerintah korup dan menggunakan krisis covid-19 sebagai cara memasung kebebasan.

"Pencuri!" "Turunkan pemerintah!", teriak para demonstran, mayoritas mengenakan masker di luar gedung parlemen yang dijaga ketat polisi.

Aksi demonstrasi itu diorganisir oleh Protestival, kelompok sipil yang didukung sejumlah kelompok oposisi, termasuk oleh Perdana Menteri Marjan Sarec yang mengundurkan diri pada Februari karena perselisihan di koalisinya sehingga Janez Jansa bisa menggantikannya.

"Saat warga menanggapi pandemi covid-19 dengan solidaritas, pemerintahan Janez Jansa, dengan alasan perang melawan covid-19, mengambil langkah yang tidak biasa untuk membatasi kebebasan kita," ungkap Protestival.

Baca juga: Ketua DPR Malaysia Bisa Prioritaskan Mosi tidak Percaya

Sekitar 10 ribu orang menghadiri aksi protes di Ljublana menurut stasiun televisi POP TV.

Sarec mendukung aksi demonstrasi itu dengan mengatakan, "Kita memiliki tujuan yang sama yaitu mencegah pemerintahan yang korup ini lama berkuasa."

Slovenia telah mencatatkan 1.450 kasus covid-19 dengan 100 kematian.

Menanggapi pandemi covid-19, pemerintahan Jansa memberlakukan aturan lockdown, menutup perbatasan, dan melarang segala bentuk perjalanan.

Organisasi internasional, termasuk OSCE, mengungkapkan kekhawatiran bahwa pemerintah Slovenia menggunakan pandemi covid-19 untuk menekan media yang melaporkan dugaan korupsi dalam pembelian alat perlindungan diri dan peralatan medis.

Menteri Ekonomi Slovenia Zdravko Pocivalsek, yang berada di pusat tudingan korupsi itu, menolak tuduhan tersebut dan bersikeras kebijakannya diambil demi kepentingan negara. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT