09 May 2020, 10:44 WIB

Trump dan Raja Salman Pertegas Kerja Sama Pertahanan


Antara | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Jumat (8/5), berbicara lewat telepon dan menegaskan kembali kemitraan pertahanan yang kuat antara kedua negara di tengah ketegangan atas jumlah produksi minyak Saudi. Hal itu diungkapkan Gedung Putih.

Percakapan itu berlangsung sehari setelah berbagai laporan mengatakan AS berencana menarik dua persenjataan antirudal Patriot dari Arab Saudi yang menjadi benteng pertahanan melawan Iran.

Trump, bulan lalu, berupaya membujuk Arab Saudi untuk mengurangi jumlah produksi minyak mereka setelah meningkatkannya selama tahap-tahap awal pandemi covid-19 sehingga memberikan tekanan berat pada produsen minyak AS.

Baca juga: Trump Telepon PM Malaysia Bahas Kerja Sama Kedua Negara

"Dua pemimpin sepakat mengenai pentingnya stabilitas pasar energi global dan menyatakan kembali kemitraan pertahanan yang kuat antara AS-Saudi. Presiden dan Raja Salman juga membicarakan isu bilateral dan regional genting lainnya dan kerja sama mereka sebagai para pemimpin G7 dan G20 masing-masing," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere.

Pernyataan itu tidak menyinggung nasib Rudal Patriot. Gedung Putih menolak berkomentar lebih jauh.

Arab Saudi dalam satu pernyataan mengenai panggilan telepon itu mengatakan Trump menegaskan AS bertekad melindungi kepentingannya dan
keamanan sekutu-sekutunya di kawasan dan pasti menghadapi apa pun yang menggoyahkannya.

Trump juga menyatakan kembali dukungan AS bagi upaya yang ditujukan meraih penyelesaian politik bagi krisis di Yaman. (OL-1)

BERITA TERKAIT