09 May 2020, 10:15 WIB

Istri Kobe Bryant Gugat Kepolisian LA Terkait Foto TKP Kecelakaan


Basuki Eka Purnama | Olahraga

VANESSA Bryant menggugat Kepolisian Los Angeles terkait pengambilan foto tanpa izin di lokasi kecelakaan helikopter yang menewaskan suaminya, legenda NBA Kobe Bryant, dan putri mereka yang berusia 13 tahun, Gianna.

Majalah People mendapatkan surat gugatan itu pada Jumat (8/5). Surat itu menyebut Vanessa Bryant meminta ganti rugi atas kemarahan dan kesedihan emosional karena ada delapan polisi yang mengambil gambar lokasi kecelakaan itu dan membagikannya dengan orang lain.

Kobe dan Gianna Bryant merupakan bagian dari sembilan orang yang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter pada 26 Januari lalu.

Baca juga: Akun Twitter Giannis Antetokounmpo Diretas

Dalam gugatan itu disebutkan, "Tidak kurang dari delapan polisi berada di TKP menggunakan ponsel mereka untuk mengambil gambar jenazah anak-anak, orangtua, dan pelatih."

"Seperti yang telah diakui kepolisian, tidak ada penyelidikan terhadap para personel polisi yang mengambil gambar itu," imbuh gugatan itu.

Sheriff Los Angeles Alex Villanueva, Maret lalu, mengakui bahwa personelnya mengambil gambar TKP setelah surat kabar Los Angeles Times melaporkan keberadaan foto-foto itu.

Laman daring hiburan TMZ.com melaporkan seorang bartender yang menghubungi polisi setelah seorang pekerja magang kepolisian Los Angeles menunjukkan foto TKP itu ke seorang pelanggan barnya.

Villanueva, Maret lalu, juga mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi para polisi itu dan memastikan foto-foto yang mereka ambil telah dihapus dan tidak disebarkan.

Kala itu, Vanessa Bryant meminta digelarnya penyelidikan internal dan para polisi yang terlibat diberi sanksi.

"Ketimbang menggelar penyelidikan, pemimpin polisi dilaporkan hanya mengatakan bahwa para polisi yang mengambil foto itu akan dihukum jika mereka tidak menghapus foto-foto yang mereka ambil," kata gugatan itu.

"Gugatan ini hanya menegakan akuntabilitas, melindungi para korban, dan memastikan tidak ada perilaku serupa di masa depan," timpal juru bicara keluarga Bryant. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT